*Refleksi 5 : Ketika Rencana-Nya Tak Sesuai Harapan, Eotteohge? How? Bagaimana?

 

Memiliki asa dan mimpi akan  selalu indah

Namun ternyata kenyataan tak seindah harapan

Apakah berarti tak seindah dengan harapanku??

Iya. Tak seindah harapanku.

Semua ini lebih indah dari pada harapanku

 

Pernah merasakan kesedihan mendalam? Mendalam? Dan begitu mendalamnya? Entah. Dalamnya seberapa. Yang pasti, ketika kekecewaan dan perasaan gagal menyelimuti hati kita? Mungkin pernah. Saya juga pernah. Ketika dalam satu episode kehidupan dimana saya harus merasa gagal dan hampir tidak ada semangat.

Lalu? Apa yang harus saya lakukan saat itu? Seharusnya ya ikhlas, menerima keadaan, dan tersenyum. Seharusnya kan? Kenyataannya untuk mengembalikan titik terendah semangat kita, tidak mudah untuk mengembalikan 180 derajat. Bukan berarti tidak mungkin. Saya sendiri termasuk manusia yang membutuhkan sebuah proses untuk menuju suatu titik dan kembali dalam proses.

Segala sesuatu yang baik datangnya dari Allah, dan segala sesuatu yang buruk datangnya dari diri kita sendiri

Saya harus mempertanggungjawabkan apa yang telah saya lakukan. Bagaimana? Saya saat itu tidak tahu harus bagaimana. Sempat diam beberapa waktu. Yang saya tahu dan saya yakini adalah Allah, Sang Maha Membolak Balikkan hati ini tidak akan mengubah nasib hamba-Nya, tanpa adanya sebuah perjuangan yang dilakukan hamba-Nya

Baik. Saya harus melakukan sesuatu. Disamping terus mengucap hamdalah dan tiada meninggalkan ibadah, ada satu hal lagi yang harus saya lakukan. saya memaksakan.

Iya, saya memaksakan untuk menghapus perasaan sedih itu.

Saya memaksakan diri untuk membuang jauh-jauh perasaan negatif yang kadang terlintas dan masuk tanpa diundang

Saya memaksakan diri untuk tersenyum dan bertahan walau sesekali dalam malam-malam itu air mata tumpah dalam kondisi yang begitu menyesakkan.

Saya memaksakan tertawa ketika sebuah stimulus-stimulus yang menyakitkan hadir, hadir, dan terus hadir..

Iya, ternyata saya memaksakan..

Saya memaksakan untuk melakukannya, karena saya tahu tindakan itu tindakan yang seharusnya saya lakukan. Saya tahu, bahwa secara normatif, tindakan saya = benar. Dan itu untuk kebaikan saya, terutama kebaikan kedua orang tua saya saat itu.

Saya memaksakan untuk melakukannya berusaha dengan sepenuh hati. Dengan sepenuh hati. Saya sendiri tak bisa mengatakan tindakan saya ini termasuk bagian dari keikhlasan atau bukan, yang pasti saya berusaha. Saya berusaha untuk melawan segala bentuk pikiran negatif dan keputusasaan yang terus menekan saya pada saat itu.

Memaksakan tidak sama dengan terpaksa

Itu yang saya yakini sejak dulu, hingga saat ini, dan seterusnya.

Saya tidak terpaksa memaksakan diri saya untuk kuat, tegar, dan bangkit dari keterpurukan itu.

Saya yakin, saat itu (saat yang berat bagi saya),  Allah sedang menguji saya. Seberapa bertahankah saya dengan ujian kecil ini. Saya katakan ini ujian kecil, karena saya sadar diri, di luar sana, di belahan dunia yang lain, bahkan mungkin tetangga saya, sedang mengalami ujian yang lebih, lebih, lebih berat. Seberapa sabar kah? ? ?

Bersabarlah dalam menunggu ketentuan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan-Ku (QS 52 : 48)

Percaya atau tidak percaya, memaksakan diri dengan selalu bersyukur dan ikhtiar adalah sebuah proses yang pernah terjadi dalam diri saya menuju sebuah kebahagiaan. Sebuah kenikmatan warna warni kehidupan dunia.  Dorongan dari dalam diri seseorang untuk berubah itu perlu. Maka,  Nabi saw. mengajarkan kita untuk berdoa:

“Ya Allah, aku berlindungan kepadaMu dari rasa sesak dada dan gelisah, dan aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadaMu dari dilingkupi utang dan dominasi manusia.”

 

Masih ingat dengan  pertanyaan saya yang diatas tadi? Masih lah ya. Hehe.

Apakah benar semua ini tak seindah dengan harapanku??

YA. TIDAK SEINDAH DENGAN HARAPAN SAYA. Tapi Allah menyusun rencana yang JAUH LEBIH INDAH dari sebuah harapan kecil itu. Ada suatu masa dimana kita akan berkata, “Alhamdulillaah, ternyata Allah memberikan semua ini.. karena pada akhirnya akan seperti ini. Jika Allah menuruti egoku dengan harapan-harapan yang katanya sangat kuinginkan dulu, belum tentu semua ini bisa kudapatkan”

 

Lalu apa tujuan Allah memberikan semua ini padaku?


Allah itu Maha Adil. Allah tidak memberikan kita sebuah kemudahan saja atau kesulitan saja. Dengan memberikan kita sebuah ujian, tentunya kita semakin sadar akan Dzat  Yang Maha Adil. Allah mengizinkan kita merasakan kesulitan diiringi kemudahan agar kita menjadi makhluk yang kuat, pantang menyerah, dan bersyukur.

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al Insyirah : 6)

Rasulullah saw bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada Mukmin yang lemah. Segala sesuatunya lebih baik. Tampakanlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah dan janganlah engkau menjadi tak berdaya.” (H.R. Muslim)

Siapa yang akan tahu hari esok, sayang?

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al-Baqarah : 216)

Kita tidak pernah mengerti akan hari esok. Bahkan sedetik setelah saya selesai menulis ini saya pun tak tahu. Maka, mari kita sama-sama berpikir positif dengan apa yang terjadi pada episode kehidupan kita saat ini, karena Allah mengikuti perasaan hambaNya.

Bila kita kembali merefleksikan diri, pernahkah kita membayar untuk setiap tarikan dan hembusan nafas yang diberikan oleh Allah? Bukankah itu karunia yang luar biasa bukan? Mari bersyukur atas hal-hal yang dianggap sangat kecil padahal luar biasa. Menikmati setiap tarikan dan hembusan nafas yang kesemua itu terdapat Rahasia yang Allah selipkan diantaranya. Bukankah sangat menyenangkan bila kita bisa menikmati sebuah proses rahasia ini menjadi sebuah kejutan yang indah pada waktunya? :)

 

Semoga kita semua selalu kuat dan semakin membulatkan tekad untuk ikhtiar, serta berpikir positif dalam menghadapi lika-liku warna warni pelangi kehidupan yang Allah anugerahkan pada kita. Dengan sabar menanti jawaban demi jawaban Allah yang akan selalu indah pada waktunya

Aamiin

 

 

Muhasabah Cinta- Edcoustic

Wahai… Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan… Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi….
Muhasabah cintaku…

Tuhan… Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Desperado… (The Carpenter)

 

 

by : carpenter

desperado, why don’t you come to your senses
You’ve been out riding fences for so long now
Oh, you’re a hard one but I know that you’ve got your reasons
These things that are pleasing you can hurt you somehow

Don’t you draw the queen of diamonds, boy, she’ll beat you if she’s able
You know the queen of hearts is always your best bet
Now it seems to me some fine things have been laid upon your table
But you only want the ones that you can’t get

Desperado, oh you ain’t getting no younger
Your pain and your hunger, they’re driving you home
Freedom, ah freedom, that’s just some people talking
You’re a prisoner walking through this world all alone

Don’t your feet get cold in the winter time
The sky won’t snow and the sun won’t shine
It’s hard to tell the night time from the day
You’re losing all your highs and lows
Ain’t it funny how the feeling goes away

Desperado, why don’t you come to your senses
Come down from your fences and open the gate
It may be raining but there’s a rainbow above you
You’d better let somebody love you
You’d better let somebody love you before it’s too late

( From: http://www.elyrics.net/read/c/carpenters-lyrics/desperado-lyrics.html )

lirik lagu ini mengingatkan saya,

pada teman, sahabat, atau tokoh-tokoh dalam drama..

yang memperjuangkan perasaannya,

hebat..memperjuangkan perasaannya..

gigih mempertahankan perasaannya..

tapi, terkadang membiarkan perjuangan orang lain yang sedang memperjuangkan perasaanya untuknya..

hehe..

itu pilihan masing-masing :)

bagiku, perjuangkan apa yang mesti diperjuangkan..

pertahankan apa yang mesti dipertahankan..

dan bila saatnya tiba, saat yang indah bagi masing-masing..

Yang Maha Menghakimi akan memutuskan keindahan di balik perjuangan dan pertahanan ini..

dengan jawaban mungkin kita duga, mungkin juga tidak kita duga..

yang pasti, saya dapat lagu ini dari tweet dosen saya #Penting

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Dua Puluh Empat Mei Dua Ribu Sebelas

Ini adalah bagian kedua dari cerita saya sebelumnya, tujuh belas mei dua ribu sebelas. Masih ingat dengan peristiwa lucu yang membuat saya sedih itu? Iya. Sebenarnya, perasaan itu hilang-hilang muncul. Perasaan sedih takut dan haru yang mulai memuncak di 24 Mei 2011

24 Mei, seminggu setelah kejadian lucu itu, saya dan teman-teman angkatan melaksanakan upacara wisuda purnabakti di Graha PT Petrokimia Gresik. Memakai kebaya putih, rok cokelat, kerudung segitiga yang seperti biasanya kupakai saat sekolah. Emm, ada satu lagi, bunga kecil di samping kiri. Hehe.

Biasanya, wisuda-wisuda sebelumnya, di 26 Juni 2009, dan 8 Mei 2010, saya selalu datang pukul 6 pagi. Duduk kursi-kursi depan, tempat paduan suara. Dan pagi itu, saya memasuki ruangan utama jam 7.40. Berjalan santai memasuki ruangan, dan berharap tak ada air mata dalam momen ini. Saat itu, saya duduk sebentar di barisan wisudawan, kemudian maju ke depan bersama Okla, lalu menyanyikan sebuah lagu berjudul “Stand Up For Love”

There are times I find it’s hard to sleep at night
We are living through such troubled times
And every child that reaches out for someone to hold
For one moment they become my own

And how can I pretend that I don’t know
what’s going on?
When every second, and every minute another soul is gone?
And I believe
that in my life I will see
an end to hopelessness,
of giving up,
of suffering

If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up and hear me sing
Stand Up for love.

Im inspired and hopeful each and everyday
thats how I know that things are gonna change.

So how can I pretend that I don’t know
what’s going on? When every second of every minute another soul is gone

And I believe that in my life I will see
An end to hopelessness,
of giving up,
of suffering

If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up for love

And it all starts right here
And starts right now
One person stands up and the rest will follow
For all the forgotten, for all the unloved
I’m gonna sing this song

And I believe
that in my life I will see
an end to hopelessness,
of giving up,
of suffering

If we all stand together this one time
Then no one will get left behind
Stand up for life
Stand up and sing, yea!
Stand up for love
for love

Jujur, baguuus banget. Baguuus banget Okla mengiringi dengan jemari-jemarinya menyentuh piano. Dan, saya.. jelek sekali. Minimal ngga terlalu bagus lah. Hehe. Iya, waktu itu saya tidak kuat sendiri mengucapkan bait demi bait lagu ini. Pas. Pas Banget sama suasana hati saya saat itu. Jadi, yah, tepuk tangan yang ada mungkin pas bagian saya udah benar-benar ngga kuat membendung air mata. Bisa dibayangkan betapa mbleot nya. Sudah, itu saja cerita di bagian ini. Dilarang memalukan diri sendiri di depan umum. Hehehehe.

Selama acara berlangsung, saya kasian sama Titis dan Ika. Mungkin terganggu dengan air mata saya. Hehe. Maaf ya, Kaka, Titis. Jujur, saat itu saya benar-benar merasakan ‘wisuda’ yang sesungguhnya. Rasa takut berpisah dengan teman-teman yang luar biasa di SMA N 1 Gresik. Tiga tahun itu ternyata begitu terasa singkat. Mulai dari teman-teman MOS X-8, teman-teman sebulan X-3, teman-teman unggulan jadi-jadian X-10, sahabat gado-gado XI IPA 2, dan teman-teman kelas XII IPA 8, Sego Krawu. Teman-teman OSIS, Remas, Padus.  Ternyata, saya sudah melewati jalan Allah ini setapak demi setapak.

Luar Biasa, luar biasa pengalaman yang Allah berikan untuk saya. Mulai dari guru-guru yang super. Terima kasih, Ibu Bapak guru untuk ilmu yang Ibu Bapak berikan pada kami semua. Wali Kelas saya, Ibu Astutiek, Bapak Edy, Ibu Puji, Ibu Supriyatun. Bu Muzdalifah, yang rajin menasehati saya, Bu Puji yang selalu membesarkan hati saya, Pak Nardi yang selalu menyelipkan lelucon-lelucon hangat dan selalu membuat saya tertawa lebih dari 2 menit.  kakak-kakak kelas yang hebaaaat.  dan teman-teman yang sangaaaat kereen.  Yang jago di bidang akademik, yang jago non akademik, yang jago bikin event-event.  Juga, mas Yudi, apa Om Yudi, ah siapalah panggilannya, yang selalu bercerita dengan kisah inspiratifnya ketika kami berjumpa di depan ruang kepala sekolah. Entah bagaimana harus mengungkapkan betapa bahagianya mengenal kalian, betapa bersyukurnya bisa menjadi bagian dari kalian, betapa menikmati hari-hari kebersamaan kita. Dan betapa rindunya saya saat ini.

Dan ini.. Mama dan Saya.

Mama.. terima kasih selalu tersenyum untuk adek,

sekalipun adek terlalu sering mengecewakan mama..

:”)

Mama, :”)

The Best of The Best Friend :)

Istibsyaroh- FKG Unej

Nadia – Biologi ITS

Afif, Sirly, Lailatin, Icha, Tyas,Rosyida,Bella, dan sayaa :D

Dan ini, mas-mas yang selalu manggil saya ‘Mbak Agnes’

Sedangkan, saya panggil dia Mas Anang. Soalnya suara dan rupanya mirip Anang Hermansyah hahaha. Hebatnya, baik Mbak Agnes maupun Mas Anang sekarang sama-sama jadi juri idol. Sekarang, Afif atau mas Anang ini kuliah di Tekkim ITS :)

Kalau yang ini, Bang Bokir! Nailul Falah, sekarang kuliah di STEI ITB :)

Atau dengan gadis mungil nan lucu ini? Namanya Sirly, sekarang di Teknik Kimia UI :)

Nah, kalau yang ini, Hafif Dafiqurrohman..

Sekarang kuliah di Teknik Mesin UI



Mengulang masa lalu adalah hal yang tak mungkin dilakukan.

Sekalipun mungkin pernah terlintas di benakku

Dan momen tiga tahun SMA ini salah satunya..

Tapi, saya sadar..

Lebih baik berusaha berjuang untuk hari esok

Dan menyimpan kenangan dalam kotak memori..

Yang sewaktu-waktu bisa dibuka

Untuk memberikan senyuman dan semangat

Untuk menyibak jutaan anugerah indah yang diberikan Allah padaku

Alhamdulillaah

Ya. Setahun sudah, saya dinyatakan lulus dari SMA Negeri 1 Gresik. Semoga di langkah-langkah selanjutnya meniti pelangi, baik saya, maupun teman-teman saya, selalu dalam ridho Allah, selalu kuat dan tangguh untuk meraih cita-cita, dengan minat, keinginan, dan peran masing-masing, bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi agama, bangsa, negara, terutama orang-orang di sekelilingnya. Aamiin

Yang kini merindu,

Valina

Categories: Uncategorized | Tags: , , | Leave a comment

*Refleksi 4 : Mengapa Harus Merasa Sepi dan Tak Dibutuhkan???

aku seperti berdiri sendiri

sendiri dan selalu sendiri

sepi dalam keramaian

aku hilang dan lenyap ke dalam satu sudut

yang terlihat, tapi tak pernah dilihat

-Mei 2011-

pernah menulis kata-kata kesedihan seperti diatas? mungkin pernah lah ya. Jujur, itu memang tulisan saya. Tulisan saya, semalam sebelum wisuda SMA. Entah seperti apa kondisi batin saya saat itu sehingga menulis kata-kata itu di ponsel nokia 6300 saya. hari ini, saya membukanya lagi, dan tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Begitu Maha Baiknya Allah yang masih mengembalikan hati dan pikiran saya ke jalan yang benar, saat ini , alhamdulillaah :)

BEN

by : michael jackson

Ben, the two of us need look no more
We both found what we were looking for
With a friend to call my own
I’ll never be alone
And you, my friend, will see
You’ve got a friend in me
(you’ve got a friend in me)

Ben, you’re always running here and there
You feel you’re not wanted anywhere
If you ever look behind
And don’t like what you find
There’s one thing you should know
You’ve got a place to go
(you’ve got a place to go)

I used to say “I” and “me”
Now it’s “us”, now it’s “we”
I used to say “I” and “me”
Now it’s “us”, now it’s “we”
Ben, most people would turn you away
I don’t listen to a word they say
They don’t see you as I do
I wish they would try to
I’m sure they’d think again
If they had a friend like Ben
(a friend) Like Ben
(like Ben) Like Ben

sebelum hari ini, saya sangat menyukai lagu ini. dan hari ini, saya semakin suka lagu ini. baru menelaah liriknya tadi pagi, baca di buku lagunya temen saya, fildzah. lirik-lirik ini, ternyata sudah terucap oleh sahabat-sahabat sejak dulu. mulai dari istib, nadia, wanda, naili, yanda, nurul, tami, :) walaupun ngga dalam waktu yang sama, walaupun ngga dengan alunan nada yang sama, walaupun tak sepersis kata-kata dalam lirik lagu ini, mereka semua pernah mengatakannya dengan sangat manis. sangat manis.  mereka membuat kehadiran saya menjadi dibutuhkan oleh mereka. mungkin, saya, pernah sedikit merasakan apa yang “Ben” rasakan, ‘always running here and there…feel not wanted anywhere”. iya, pernah merasakannya. dan Allah menyadarkan saya, lewat mereka, lewat kata demi kata yang mereka ucapkan. Saya sadar, bahwa saya pasti dibutuhkan, dan saya juga membutuhkan. Saya sadar, bahwa saya mencintai dan dicintai. Saya sadar, bahwa kata ‘saya’ sudah tak lagi menjadi subjek dalam rangkaian kata ini, melainkan ‘kita’. ya, ‘kita’. jadi, saya ulang lagi. kita membutuhkan dan dibutuhkan. kita mencintai dan dicintai, kita berbagi, kita ini menguatkan dan dikuatkan. kita ini ‘saling’. ya, kita ini ‘saling’. sadar atau sadar, mengakui atau tidak mengakui, kita ini ‘saling’. Sekali lagi, kita ini saling, meskipun dalam waktu yang tidak bersamaan. :)

dan setelah share-I tadi, saya semakin sadar akan kebutuhan, tugas, dan segala sisi kehidupan yang insya Allah juga akan membutuhkan saya. Mulai dari peniupan ruh dalam tubuh saya semata-mata untuk beribadah pada Sang Khalik, kemudian indikator-indikator yang termasuk dalam ‘beribadah’ itu sendiri. Berharap segala kebaikan, melakukan sebaik-baiknya, demi kebahagiaan orang tua. Membahagiakan kedua orang tua sendiri juga merupakan ibadah. Berharap, berharap, dan melakukan yang terbaik, dengan segala rencana yang diberikan Alloh, pasti yang terbaik buat kita. memusatkan segala harapan dan misi dalam visi ‘to be’ . ya, untuk menjadi, bukan untuk memiliki. untuk menjadi yang bermanfaat bagi orang-orang di sekeliling kita. Dan saya tak perlu ragu dengan garis kehidupan yang Allah berikan pada saya, saya akan menjadi sosok yang bermanfaat, insya Allah.

Dan satu hal yang saya sadari, kita tidak akan merasa tidak berguna, tidak bermanfaat, ketika kita ikhlas melakukan apapun dan percaya bahwa segala sesuatu kebaikan yang kita lakukan, pasti akan dibutuhkan, minimal dibutuhkan oleh diri sendiri. Ikhlas. Ya, satu kata yang mudah terucap, dan (katanya) sulit dilakukan. iya, selagi kita memasrahkan segala kebaikan yang kita lakukan hanya untuk Allah semata, selagi kita meniatkan diri kita untuk menjadi hamba yang ikhlas dan berserah diri, selanjutnya Allah yang menuntun jalan kita menuju realitas dari keikhlasan itu.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Kita tidak akan pernah merasa kesepian tiada arti, ketika kita sadar bahwa setiap tak sedetikpun tindakan kita yang luput dari perhatian Sang Maha Perhatian, Sang Maha Pengasih, Sang Maha Peneman. Seperti lirik lagu bimbo, ‘aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat’.
Maka, mari kita lebih mendekatkan diri padaNya, sehingga rasa sepi itu lelah singgah di hati kita dan segera pergi jauh dari perasaan kita. :)

dengan duapuluhsatu impian yang saya buat hari ini, insya Allah dengan kesungguhan pendakian satu demi satu, insya Allah bisa! Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama, :)

Insya Allah, bisa! Semangaat :)

Categories: This Feeling | Leave a comment

Semacam Mendiamkan

 

semacam mendiamkan.

semacam.

mungkin memang aku diam.

tak bersuara.

tak melihatmu.

mengalihkan pandanganku.

tersenyum, kadang sambil menundukkan kepala.

tapi,

sejujurnya aku sedang menanti rangkaian kata-katamu berikutnya,

dan aku sungguh menunggunya,

karena aku sangat suka mendengar ceritamu,

apapun itulah..

aku tak butuh sebuah parameter untuk membuktikan seberapa bahagianya aku ketika bisa mendengar ceritamu.

bahagia.

sangat bahagia.

tapi, itulah aku.

terkesan mendiamkanmu.

mungkin juga karena keterbatasan otak dalam mencerna kata demi kata menjadi sebuah cerita..

jadi, aku begitu dalam memaknai kata yang terucap, atau rangkaian tulisanmu..

atau karena terlalu bahagia..

yang jelas,

aku tak pernah bermakud mendiamkanmu,

apalagi tak memperhatikanmu,

*dedikasi untuk para sahabat yang mungkin sering kecewa karena aku lebih sering tersenyum atau ekspresi lainnya, mianheyo, afwan, maaf, i’m sorry :) *

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Tujuh Belas Mei Dua Ribu Sebelas

 

Kalau boleh aku mengingat setahun kemarin..

Yah, setahun yang penuh pengharapan..

Ketika menunggu sebuah pengumuman..

Pengumuman sebuah penerimaan mahasiswa baru..

SNMPTN Undangan..

Aku gagal..

Belum diterima..

Masih ingat dengan SMS kakakku,

“Anin ngga tahu harus bilang apa ke adek, Ma”

Malam itu sedih banget..

Seperti ngga ada harapan lagi untuk kesana..

Tapi, malam itu aku ingat, langsung membuka bank soal matematikaku..

Hahaha..

Nangis, dulu nangis waktu baca

“Maaf anda belum berhasil di jalur SNMPTN Undangan”

Tapi, ngga lama kemudian, aku segera menghapus air mataku..

Dan berusaha cuek, berusaha menyadari bahwa sebenarnya aku tidak pernah mendaftar SNMPTN Undangan ini, hehe. Hiburan yang praktis bukan?

Kemudian menerima telepon dari Budhe..

Justru kata-kata penyemangat yang bikin aku nangis waktu itu

Hari itu, 17 Mei 2011..

Pemantapan hati mengenai Allah menguji hambaNya dengan kesabaran..

Allah tidak memanjakanku dengan segala kemudahan..

Allah mengajarjanku untuk bekerja keras..

Bukan berarti yang diterima tidak bekerja keras..

Mereka tetap bekerja keras selama tiga tahun..

Dan aku harus lebih bekerja keras lagi..

Iya kan, ya Allah?

Hehehe.

Dan itu, sudah setahun yang lalu…

#ToBeContinue

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Senja Bersamamu, Saudara-Saudaraku

Mendung..

Langit mendung kala itu

Namun, hatiku cerah

Cerah sekali..

Senja..

Senja kembali kulewati bersamamu lagi, saudara-saudaraku..

Senja..

Selalu hadir dengan sejuknya..

Allaah, selalu memberikan lebih dari yang aku minta, saudara-saudaraku..

Aku seperti melayang diterbangkanNya ke dalam masa-masa dua tahun itu..

Masa-masa alami..

Tertawa ya tertawa saja..

Menangis ya menangis saja..

Semuanya begitu mengalir apa adanya..

Ceritaku,

Cerita kalian,

Menyatu dalam canda dan tawa

Terimakasih , saudara-saudaraku..

Terimakasih sudah menyempatkan waktunya,

Untuk kembali mengenang kebersamaan yang pernah menjadi keseharian

Mungkin aku, yang kurang menghargai waktu yang diberikanNya

Hingga merasa tahun demi tahun yang kulewati bersama kalian begitu singkat..

Terimakasih Sahabat, Kawan, Adik, Istibsyaroh..

 

Yang menyambut kehadiranku dengan begitu hangat..

Dan yang seterharunya bagian apapun akan menjadi lucu bersamamu..

Image

Terimakasih Sahabat, Saudara, Kakakku..

Yang telah menyempatkan waktu untuk berjumpa

bercengkrama tentunya..

Dan selalu menyelipkan air mata bahagia di setiap pertemuan dan perpisahan kita


Terima kasih saudara-saudaraku..

Aku masih mengenali kalian, sama seperti aku mengenal kalian, 3 tahun lalu..

Segenap rasa haru yang terselinap dalam hatiku..

Biarlah tetaplah menyelinap

Daya ingatku yang tak abadi ini..

Mungkin tak bisa menyimpan kenangan-kenangan yang telah kita rajut,

Biarlah kutitipkan semua kenangan dan rindu padaNya,

Sang Maha Pengingat, Sang Maha Cinta..

Kita, bersama-sama mendekap cinta-Nya,

Bersama-sama mendekap ukhuwah

Sebiru Hari Ini

By: Edcoustic

Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita, bersama di sini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan terpisah
Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah


Image

Sabtu, 5 Mei 2012

Masjid Kanjeng Sepuh, Gresik

Semua akan indah di waktu, tempat, dan kesempatan yang tepat

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Kata Pengantar Bu Endang Rahayu Sedyaningsih di Bukunya: “Berdamai dengan Kanker” @ San Diego Hills (Memorial Park and Funeral Homes):

“Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan lima bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi, saya tidak bertanya, “Why me?” Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini: hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putera dan satu puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbhakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. “So …. Why not? Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik. Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerah-Nya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan …. jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu.”

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Kuliah Pagi Ini.. Kuliah Terakhir Bersama Pak Ardi

Pagi ini, aku mengikuti kuliah pertama Teori Psikologi Perkembangan, setelah UTS. Wahh, dosen pengajar kali ini adalah Pak Ardi. Asyiik, gumamku. Topik yang dibahas pada kuliah ini adalah konsep Sosiokultural Vygotsky. Yeah, kurang lebih mengenai pentingnya ZPD (Zona Proximal Development) dan metode Scaffolding. Nah, ZPD ini adalah Zona batas kemampuan anak ketika melakukan proses belajar secara individu hingga melakukan proses belajar dengan bantuan orang lain. Sedangkan, Scaffolding adalah proses memberikan kepada seseorang anak sejumlah besar bantuan selama tahap – tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah ia mampu mengerjakan sendiri. Dalam konsep Vygotsky ini, dapat kita simpulkan bahwa proses belajar dengan bantuan orang lain bisa memberikan hasil yang optimal ketimbang belajar sendiri. Yah, sekilas itu lah yang kudapat ketika kuliah berlangsung.

Kemudian, di akhir-akhir sebelum jam berakhir, dosen saya, Pak Ardi, menceritakan pengalaman-pengalaman yang bisa kubilang ‘konyol’ ketika beberapa hari di Rusia. Kemudian, entah dari mana asal muasalnya, hingga beliau masuk topik dunia musik. Saat itu,sambil mendengarkan beliau, saya sedang tergoda untuk melanjutkan menyelesaikan novel ‘Padang Bulan‘ nya Bang Andrea Hirata, tiba-tiba saya mendengar Pak Ardi bertanya,

“Ya, barangkali kalian tahu Sung Ha Jung?”

Saat itu, sontak aku kaget dan segera melepas novelku, kemudian langsung antusias

“Ya, Pak, Iya, Saya tahu”

*saat itu bisa dibayangkan betapa heningnya seisi kelas, hingga suara jangkrik-jangkrik terdengar, atau desir angin yang menderu…dan berubah menjadi tawa hampir seluruh mahasiswa kelas B Teori Psikologi Perkembangan karena melihat tingkah anehku dan aku satu-satunya yang merespon pertanyaan beliau*

aku salting. malu. nyengir. toleh kanan toleh kiri dan mendapati semua menoleh ka arahku. sayang sekali, tak ada lampu panggung yang menyorotiku saat itu.

“Wah, iya mbak kamu tahu ya? Wah kamu jangan-jangan juga suka Suju, Mbak?” tanya beliau sambil tertawa

“Engga, Pak. Saya ngga suka Suju. Saya suka Sung Ha Jung, permainan gitarnya oke banget

saya menjawab apa adanya.

“Oh ya, memang bagus.”

Kemudian, beliau melanjutkan ceritanya, beliau bercerita bahwa buyutnya adalah seorang pemain bass zaman Belanda. Kakek dan Nenenknya seorang pianis. Kemudian, Ibu dan delapan saudara Ibunya juga seorang pianis. Kakaknya, kini juga seorang pianis. Kakaknya memang mengikuti les piano. Sedangkan, karena suatu kondisi yang menyebabkan beliau tidak mengikuti les piano. Kemudian, ketika kakaknya memainkan sebuah lagu dengan pianonya, entah mengapa beliau tiba-tiba juga bisa merasakan nada-nada yang mengalun, dan bisa menirunya, tanpa membaca notasi. Beliaupun juga jujur di hadapan mahasiswa bahwa beliau tidak bisa membaca notasi sedikitpun. sedikitpun tak bisa tapi bisa memainkan piano, dan juga gitar. Beliau mengungkapkan penyesalannya sambil bergurau

“Kalau saja saya dulu les piano, mungkin saya tidak menjadi dosen, tapi menjadi composer di Indonesian Idol dan menggelar konser-konser seperti Erwin Gutawa begitu.”

Hehehe. sontak mahasiswa tertawa mendengarnya. saya juga sedikit tertawa saat itu. Tapi, saat itu, saya teringat sosok ‘Kang Gun Woo’ dalam ‘Beethoven Virus’ yang tidak bisa membaca not, tapi bisa memainkan piano klasik dengan indahnya. bedanya, itu hanya sebuah drama korea, tapi Pak Ardi nyata. Aku sendiripun bingung ketika memainkan sebuah lagu, dan tiba-tiba sebagian besar dari kawanku meminta menuliskan notasi atau partiturnya. sedangkan, membacanya pun aku tak mampu. Memori-memori di masa lalu juga teringat kembali. Saat SMP dibilang pembohong karena tak percaya dengan pengakuanku yang sangat bodoh dalam membaca notasi, hingga akhirnya mereka merasa bersalah ketika membagikan nilai notasiku yang mendapat nilai 73, sedangkan mayoritas mereka mendapat 85 keatas. Atau kena amuk pelatih paduan suara ketika aku selalu diam dan cenderung menghafal nada ketimbang membaca partitur atau sekdar pura-pura membaca partitur. Dan hari ini, satu lagi aku bertemu dengan dosen muda berbakat semacam Pak Ardi yang senasib denganku, suka musik, tapi tak bisa membaca not. Beliau menyarankan kepada kami semua untuk mengembangkan passion yang dimiliki.

Yah, kuliah tadi pagi sangat berkesan buatku, sekaligus haru biru menyelimuti. Kenapa? Karena tadi pertemuan kuliah terakhir dengan Pak Ardi, setelah ini Beliau akan melanjutkan studi S-3 nya, tentunya di Rusia lagi. Mungkin beliau sudah jatuh cinta ya dengan kenjelimetan bahasa Rusia. Beliau akan kembali 3 tahun lagi. Jika ingin sesuai target, tentunya saat itu aku sudah lulus, aamiin. Yah semoga masih bisa berjumpa di kesempatan lain untuk bisa berdiskusi dengan beliau. suatu saat nanti. Semoga Allaah memudahkan studi Bapak, :) aamiin

Categories: Uncategorized | Leave a comment

bye, sesuatu . .

Sesuatu, yang sudah kunanti berbulan-bulan. Jujur, aku memang menantinya, sangat menantinya. Harapanku sangat besar, karena aku memang membutuhkan sesuatu itu. Sesuatu, ketika aku dinyatakan mendapatkan si sesuatu itu, aku senang dan riang bukan main. Aku segera menghubungi Mama, bahwa sesuatu itu kudapatkan nanti, di akhir semester. Lalu, dua minggu berikutnya, ternyata sesuatu itu seakan-akan menarik ulur keadaan antara iya dan tidak. Kemudian, seminggu lalu, sesuatu itu berkata ya padaku. Senang, bukan main. Dan hari ini, sesuatu itu menyatakan tidak padaku. aku, sebenarnya, tak apa-apa aku tak mendapatkan ‘sesuatu’ itu. Tapi, hal yang sulit adalah ketika harus mendistribusikan berita ini kepada kedua orang tuaku. itu saja. yeah, aku sadar, rezeki tak akan kemana, selangkah pun tak akan kemana-mana. hanya saja, tinggal kita mau, menjemput sesuatu itu, atau tidak. Oke, aku akan mencari sesuatu-sesuatu yang lain yang tentunya lebih istimewa dari pada kamu, sesuatu. :)

 

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Blog at WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 262 other followers