Uncategorized

Surat Cinta dari Kakakku Tersayang

Sebuah posting yang selalu membuatku menitikkan air mata, yah, dari kakakku tersayang, Avina Anin Nasia

Fase ini kurang dari setengah tahun.

Kau harus yakin itu.

Setelah itu,  kau punya buku baru yang bisa kau tulis.

 

Dulu aku, sama seperti kamu.

Capek. Bosan.

Matematika lagi. Fisika lagi. Biologi pula. Kimia terus tiap hari.

Berkutat dengan tumpukan buku yang bahkan sekarang mengingatnya saja aku tak mau.

 

Tapi sekali lagi.

Kurang dari setengah tahun lagi (kok).

Jalani saja.

Berat pasti, ya, aku tau.

Tapi jika kau lalui dengan yakin, percaya.

Segala sesuatu indah pada waktunya.

 

اَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْـدِي بِي, وَاَنَا مَعَهُ حِيْنَ يَذْكـرُنِي, فَإنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإنْ ذَكَرَنِي فِي مَلاَءٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلاَءٍ خَيْرٍ مِنْهُ وَإنِ اقْتَرَبَ اِلَيَّ شِبْرًا اتَقَرَّبْتُ إلَيْهِ

ذِرَاعًا وَإنِ اقْتَرَبَ إلَيَّ ذِرَاعًا اتَقـَرَّبْتُ إلَيْهِ بَاعًـا وَإنْ أتَانِيْ يَمْشِيأتَيْتُهُ هَرْوَلَة.

“Aku ini menurut prasangka hambaKu, dan Aku menyertainya, dimana saja ia berdzikir pada-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam hatinya, maka Aku akan ingat pula padanya dalam hati-Ku, jika ia mengingat-Ku didepan umum, maka Aku akan mengingatnya pula didepan khalayak yang lebih baik. Dan seandainya ia mendekatkan dirinya kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekatkan diri-Ku padanya sehasta, jika ia mendekat pada-Ku sehasta, Aku akan mendekatkan diri-Ku padanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari”. (HR. Bukhori  Muslim, Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Baihaqi).

 

Masih gelisah?

Sudahi ya sayang.

 

Allah baik sekali ya dik, tinggal kita saja yang mau atau tidak berprasangka baik.

Sebenci-bencinya kau dengan masa-masa ini, percayalah, semua ini akan dengan segera berlalu.

Dan kau akan menyimpannya sebagai kenangan indah di akhir SMA.

 

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan, ‘Kami beriman’ lantas mereka pun tidak diuji?” (QS. al-Ankabut: 1-2)

Hidup itu ibarat ujian. Kakak tahu, adek sudah khattam tentang bab itu.

Bersabarlah adikku sayang.

 

Sekali lagi dek, ini hanya fase pendek.

Perjalananmu masih panjang.

Jangan gelisah sekarang.

Adek sebentar lagi melewati semuanya dengan baik.

 

Hei, sebentar lagi gadis kuat!

Bersabarlah.

Bersyukurlah.

 

 

Dari yang tidak bisa memelukmu saat ini,

Mengecupmu dari jauh,

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s