Uncategorized

The Lika’s

Gggrrrgh, beraaat. Beraat, lemes. Huah.

Akhirnya sampai juga di lantai 3. Lantai 3 kosan bernuansa pink di Gubeng Airlangga 2. Mama membantuku meletakkan koper-koper dan aku segera menata di lemari.

Klek

Terdengar suara dari pojok. Ternyata sudah ada yang menempati. Dia menyapaku dengan sangat lembut. Oh benar saja gayanya lembut dan penuh unggah ungguh. Dia, Dwi Ratih Kartika Sari (mungkin kurang lengkap ya) , berasal dari Banyuwangi, dimana daerah tersebut terkenal dengan keramahan dan kesolidaritasannya. Baik. Amat. Selalu menyapa dan sowan di kamarku yang lambat laun makin berantakan.

Sore itu, datang lagi saudara baruku, dari Pasuruan. Yeah, namanya Silmi Mawaddah. Dia datang bersama Ibunya. Kelihatannya seperti anak-anak alim yang selalu rajin mengaji dan sholat tarawih di balai serba guna depan kos kami. Terdengar sayup-sayup lantunan indah ayat-ayatNya, menginspirasiku untuk mengikutinya, membaca di kamar. Dia ramah, dewasa, cenderung slow dan tidak neko-neko. Sahur pertama di kosan kulalui bersamanya. Kemudian bercerita tentang mengapa ingin masuk psikologi. Mulai, formal. Yah. Baru formal. Akhirnya masuk ke masalah pribadi tralala trilili.

Ada lagi, makhluk penghuni kamar ketiga. Perkenalan kami sangat aneh.

“Haloo, aku valina. Nama kamu siapa?”

“Aku temennya Ulwan” meringis

“Hahahaha. Aku kan tanya nama kamu.”

“June”

“Owalaaah, katanya Putri kamu anaknya kocak banget hahaha”

“Hahahaha” (terburu-buru katanya ingin buka puasa bersama Izzah)

Bzzz. Pandangan pertamaku tentang anak ini, lucu, rame. tapi mengapa harus bawa – bawa nama Ulwan, teman SMPku yang dulu sering bertengkar denganku.

 

 

Sebenenarnya, ada lagi satu saudara kami, dari FISIP, namanya Hesty. Kami tak terlalu banyak berbincang-bincang. Hanya saja, kami senasib. Sama-sama suka drama korea. Itu saja, kurang lebih. Masuk kuliah setelah lebaran, dia memutuskan pindah ke tempat lain yang menurutnya lebih dingin dan bisa membawa sepeda motor.

 

 

Yah, masa-masa PPKMB Universitas Airlangga dimulai. Tugas ini, Tugas itu. Curhat sana. Curhat sini. Ngomel-ngomel pun tetap jalan walaupun puasa. Yah, bisa dipahami. Cuma ngomel-ngomelan (seperti mobil-mobilan). Bukan sungguhan. Kebetulan Silmi dan June juga berasal dari Psikologi. Sedangkan Ratih dari Farmasi, depannya Psikologi. Kami saling bercerita. Mulai dari ketawa ketiwi sampai gregetan. Kami mendengarkan satu sama lain, hangat.

 

Berempat di lantai 3. Kadang menatap indahnya rembulan-Nya di balkon kami. Kemudian ada kabar bahwa kamar Hesty akan ditempati oleh seorang Mahasiswa Hukum. Hmm, datar. Biasa aja. Alhamdulillah kami akan berlima lagi. Beberapa hari kemudian, di depan kamar ketiga sudah ada sepatu, tempat sampah, sapu, cikrak, dan sebagainya.

Oh, rupanya dia sudah datang. Hmmm, bagaimana ya rupanya?

 

Akhirnya ketika berpapasan di kamar mandi (ngga so sweet sekali) kami saling mengumbar senyum. “Namanya siapa?”

“Ridha. Kamu?”

“Valina”

Bersalaman.

“Jurusan apa?”

“Hukum. Kamu?”

“Psikologi”

 

Sudah. Singkat, formal, dan jelas.

 

Hey, dia, Rizki Ridha Damayanti, mahasiswa hukum unair, yang ternyata punya hobbi yang sama denganku, bermain musik dan bernyanyi. Bedanya satu, dia bisa joget ayu ting-ting. Aku tidak bisa. Tapi tragedi ‘Joget Ayu Ting-Ting’ masih laamaa, nanti. Tunggu saja.

 

Akhirnya kami kembali berlima.

June : “Piye sih Ridha iku?”

Valin : “Apikan kok. Tapi meneng”

Silmi : “Iyo e. Aku durung tau omong-omongan”

Ratih : “Aku pisan.”

June : “Tih, ati-ati koen Tih, arek Hukum, podo karo … mu”

Tertawa.

Akhirnya, malam jumat, setelah seleksi Paduan Suara Unair di kampus C, aku lelah. Kelelahan. Dan dalam kondisi belum mengerjakan tugas ospek. Malam itu sepakat untuk tidur dulu dan bangun jam 10. Malam itu aku mengerjakan tugas ospek bersama Silmi. Berbagi lagu, tertawa, dan masih banyak lagi. Kami gantian memutar lagu dari masing-masing laptop. Ya, malam itu. Malam terpanjangku bersama Aira Fathyanisa, laptop yang dibelikan Bapak ketika aku kelas 2 SMA, setelah kehilangan laptop di rumah. Malam itu terasa sangat panjang. Lagu di laptopku terus berputar hingga jam 3 pagi, kami lelah dan memutuskan untuk istirahat sejenak. Saat itu aku tidak berani tidur, karena bisa dipastikan shubuh bisa terlambat.

 

Keesokan harinya, pengumuman keanggotaan paduan suara unair. Aku lolos. Gembira dan senyum senyum sendiri sepanjang jalan. Namun ternyata eh ternyata harus mengurus administrasi untuk keanggotaan Paduan Suara Universitas Airlangga, akhirnya aku bersama Bang Erick ke kampus C, dan terlanjur membawa laptop karena hendak mengerjakan tugas bersama yanda.

 

Aku baru sadar, hari itu memang hari terakhir aku bisa merawat Aira Fathiyanisa. Dia kini dirawat dan dimanfaatkan oleh orang lain. Blackberry itu juga telah dimanfaatkan oleh orang lain. Termasuk sedikit uang di dompetku yang juga akan digunakan oleh orang lain.

 

Saat itu, aku pulang ke kos diantar yanda dan izzah dengan isak tangis. Mengapa harus menangis? Bukankah laptop itu akan mendapatkan pemilik baru yang mungkin lebih baik dari aku? Dari pingsan, nangis setengah histeris, sampai isak tangis yang masih sesenggukan, aku masuk ke kamar kos ku, sambil menunggu Mama dan Bapak datang. Lalu Silmi dan June datang ke kamar. Tentu saja aku tidak bisa menyambutnya dengan baik. Aku hanya bisa bilang maaf. Maaf kepada siapapun, maaf kepada Mama dan Bapak tentunya. Silmi memelukku, hangat.

“Sabar yo Valin. Insya Allah diganti sing luwih apik”

“Iyo. Suwun yo”

Semenjak kejadian itu, mereka, anak lantai 3 jadi lebih care denganku, untuk selalu menutup pintu sebelum ketiduran.

 

Hari-hari berganti minggu, minggu berganti bulan.

Kami semakin rekat, semakin mesra, semakin hangat. Membeli makan bersama. Makan bersama. Apalagi Ridha membawa TV ke kos. Jadi tiap malam selalu ada basa-basi, entah itu datangnya dariku, dari Ratih, Silmi atau June. Tapi paling sering June. Hahahahaha.

“RIDHAAA, KITA MAKAN DI KAMARMU YAAAAAA”

“Iyaaaaa” dengan kalemnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s