Uncategorized

Refleksi Semester I Buat Valin :)



Alhamdulillaah, pendakian pertama telah usai. Ya, perjalananku di semester 1 telah selesai. Walau sudah selesai, boleh dong kalau aku review lagi , sebenernya bagaimana sih semester 1 saya dulu?

naili, wanda, aku :) menggalau

 

Pertama kali masuk, tanggal 12 September 2011,

Yeah, saya mahasiswa. Tapi berasa bangun pagi itu masih kelas 5 SD. Masih butuh proses untuk berdiri tegak. Atau memang semua orang mengalami proses kebangkitan dari tidur ini?😀

Begini-begini aku seorang Mahasiswa ._.

Yeah, aku akan bercerita sedikit mengenai satu persatu mata kuliah di semester 1

  1. FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA

Biasa disingkat ‘Filog’ . Saat pertama bertemu dosennya, sesuatu sekali.

“Sebenarnya tembok berwarna apa? Apa yakin bahwa itu adalah warna putih? Mengapa warnanya putih? Bagaimana bisa anda berkata bahwa itu adalah PUTIH?”

“Bagaimana anda bisa mengatakan seseorang itu terkena penyakit jiwa? Penyakit jiwa itu apa? Gila? Tidak Waras? Apa dasarnya? Apa batasan-batasannya? Kalian ini SOK TAHU.”

Akhirnya, setiap senin, saya selalu punya perasaan Filog-Firasat Loro ati lan Galau

Dan saya hanya menargetkan : dapat B sudah alhamdulillaah ._.

2. Psikologi Umum I

Mata Kuliah utama, bagiku. Aku suka banget, sangat suka dengan semua materi Psikologi Umum. Ini adalah salah satu mata kuliah yang saya gambarkan saat SMA dulu. Motivasi, Pengenalan macam-macam peminatan dalam Psikologi, Pengukuran dalam Psikologi, sukaa banget. Dan aku selalu berusaha maksimal untuk bisa mendapatkan nilai yang bagus ^^

Dan saya berani mentargetkan untuk mendapat nilai A

3. ANTROPOLOGI

Sangat suka. Di mata kuliah ini aku belajar tentang kebuayaan suatu daerah tertentu, walaupun terkadang agak ‘NYENTRIK’ materinya. Dosen saya, berwajah mirip bintang iklan Gery Chocolatos Mamamia Lozatoz,😀, Rudy Wowor. Pada awalnya, aku memang rada kesulitan untuk menghafal definisis menurut ‘bla bla bla’ yaitu, jika ‘blu blu blu’ yaitu, sulit. Walaupun menyukainya, aku hanya mantargetkan untuk mendapat nilai AB.

4. PPKN (PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN)

Mulai menyukai pelajaran ini sejak SD, hingga akhirnya menjadi mata kuliah pun tetap menyukainya. Hal yang berkesan saat mata kuliah PPKN yaitu ketika aku menjadi conductor untuk memimpin lagu “Indonesia Raya” di pertemuan pertama, dan juga menjadi conductor untuk memimpin lagu “Padamu Negeri” di pertemuan terakhir. Selain itu, dosen kami, sangat luar biasa. Beliau bukan hanya mengajarkan PPKN, namun juga nilai-nilai kemanusiaan secara nyata di kehidupan ini. Di akhir pertemuan, beliau menampilkan sebuah presentasi mengenai kehidupan afrika yang begitu tragis. Mereka anak-anak afrika yang kelaparan akhirnya memakan kotoran kuda agar kenyang. Astaghfirullaah.. Bersyukurlah wahai kawan, yang bisa makan dengan normal, tanpa harus meminta-minta, apalagi hingga memakan kotoran hewan. :’

5. PSIKOLOGI FAAL

Biologi. Yah, Mata Kuliah yang satu ini mengingatkanku pada masa laluku, Biologi. Materinya memang Biologi Full. Mengenai Psikologi mungkin hanya 1-4 %. Bosan? Tidak. Hanya saja, materinya sulit. Karena terbawa masa lalu ya barangkali. Guru Biologiku yang sekaligus menjadi wali kelasku kelas dua SMA seringkali bertanya padaku setelah menerangkan,

“Valina mudeng?”

Aku hanya meringis. Sebenarnya bukan tidak paham, hanya saja, aku memang sedikit rendah diri dalam biologi. Mudah lupa. Akhirnya aku berjuang keras dan belajar, mentargetkan untuk mendapat nilai AB.

6. SEJARAH ALIRAN PSIKOLOGI (SAPSI)

Sebuah mata kuliah yang begitu STRUKTURALIS, yang membuat hati saya jadi FUNGSIONALIS, lalu mengajarkan untuk ber-perilaku (BEHAVIORIS) yang baik, kemudian mempelajari psikologi secara menyeluruh (GESTALT), adapun kita juga mengamati sebuah ketidaksadaran (PSIKOANALISA), kemudian menyeimbangkan antara kesadaran dengan ketidaksadaran, juga kemanusiaan (HUMANISME). Omoo… ‘seperti menyenangkan’ bukan? Yeah, memang menyenangkan, namun, sedikit mengalami kesulitan, karena bahasa Inggris dalam kitab sapsi menurutku di atas normal. Sulit dipahami. Dan bodohnya aku merasa bisa. Lebih parahnya lagi, aku mentargetkan Sapsi mendapat nilai AB

7. AGAMA ISLAM

Pelajaran yang paling bisa diharapkan untuk mendapatkan nilai A. Jujur sekali yah. Bukan karena aku bisa, apalagi menjadi ahli di kelas tersebut. Sama sekali tidak. Justru, di sini aku agak pasif, karena kami sudah punya asisten dosen, namanya Bang Arief Wiratama Putra. Jago bener soal agama. Asbabun Nuzul yang detail, juga tafsir-tafsir yang ia pelajari juga banyak. Apalagi hadits. Hm. Keren. Dan aku memposisikan jiwa-ragaku sebagai pendengar yang baik. Target untuk Mata Kuliah ini : A

8. SOSIOLOGI

Materi yang agak mirip dengan antropologi, tapi sosiologi lebih cenderung mengulas mengenai kemasyarakatan, gangguan-gangguan sosial, penyimpangan sosial, norma-norma sosial, dan sebagainya. Di sini aku bisa cukup berperan aktif. Aku sering menimpali dosen yang mencoba memberikan sebuah problematika sosial. Aku memang suka dalam hal penyelesaian masalah sosial dan psikis. Pelajarannya sangat menyenangkan, disamping memahami sosiologi dalam lingkup psikologi, aku juga bisa memahami berbagai ‘alasan’ mengapa banyak sekali terjadi penyimpangan-penyimpangan sosial.  Dan di mata kuliah ini, targetku mendapat nilai A

9. PSIKOLOGI UMUM II

Mata kuliah yang SANGAT asyik. Lebih asyik dan lebih menantang daripada Psikologi Umum I. Mata kuliah ini mempelajari lebih dalam mengenai teori-teori motivasi, emosi dengan segala penyebab dan solusinya, memory (Long Time Memory, Short Time Memory), jenis-jenis bahasa dan kognisi, bayangan waktu SMA bener banget deh. Jadi bersemangat. Tapi, aku hanya mentargetkan mendapatkan nilai AB. Entah mengapa, aku merasa ada trouble proccess sama tugas-tugasku.

Dan kejadian – kejadian tak terduga, tak pernah diharapkan terjadi

*mengantuk* adalah problematika terbesar dalam kegiatan belajar mengajar saya. Ketika sudah bersemangat belajar, tiba-tiba rasa kantuk itu harus hadir dalam kehidupanku. Walaupun sudah membuat kopi hitam sekalipun, tetap saja buku itu akhirnya jadi bantal, dan teman-teman kosku berbaik hati menutup pintu kamarku.

*ketika merasa sudah berusaha, dan muncul nilai kurs*

Nilai kurs yang aku maksud bukan seperti dalam teori ekonomi, melainkan nilai Kursi. Nilai Kursi yang membuatku lemas dan tidak bisa belajar malam itu. Bagaimana bisa? Menyaksikan nilai 47 untuk mata kuliah sejarah aliran psikologi. Eh salah , bukan 47. Melainkan 47,5. Malam itu, malam rabu. Kamis pagi harus melaksanakan kuis sapsi. Akhirnya aku mempersiapkan dengan sebaik-baiknya menuju medan perang kuis sapsi. HARUS LULUS matakuliah ini, minimal! Jujur, malam kuis sapsi aku memang tidak tidur. Kebetulan materi setelah UAS memang menyenangkan . Jadi, ketika kuis Sapsi, aku merasa LEBIH BAIK dari pada ketika mengerjakan UTS.

*tugas-tugas yang menggalaukan*

Aku sering merasa serba salah dalam mengerjakan tugas. Ketika berada dalam posisi belum mengerjakan, aku selalu berusaha menyelesaikannya, apapu yang terjadi, sudah menghapus kata ‘sempurna’ dalam kamus otakku saat itu. Tapi ketika melihat kenyataan ada sebagian dari mereka yang belum mengerjakan, aku jadi bingung.

Aku        : Bagaimana kalau kita tanyakan pada dosen, apakah tugas ini benar-benar ada?

Orang    : Kalo kamu nanya, tandanya kamu malah mengingatkan , Lin.

Aku        : Emm.. gitu yah.

Kumasukkan lagi tugasku ke dalam tas.

Dan ketika minggu tenang UAS, ternyata ada sebagian besar dari mereka yang mengumpulkan tugas. Aku yang panik hanya bisa pasrah. Hm… bingung kan?

Alhamdulillaah dosenku baik hati, mau menerima tugas yang sudah kuselesaikan sejak dulu, namun dikumpulkan paling akhir.

Semakin pesimis dengan nilai Psikologi Umum II

*Yang tak terduga, Tak Pernah Berharap Setinggi itu*

Yah, nilai UTS Faalku mendapat nilai 84, akhirnya pasang target A. Harus A, buat nutup nilai SAPSI. Alhamdulillaah waktu itu semangaaat banget belajar FAAL, semangat belajar kitab-kitab, bukan hanya dari ppt. Entah itu berguna atau tidak, paling tidak menambah pengetahuanku.

Dan Ketika UAS hadir menjadi Kenangan …🙂

2 Januari 2012, Sejarah Aliran Psikologi

Saat itu sebenernya pikiranku campur aduk, karena pada hari itu juga, Kakakku, Mbak Avina Anin Nasia melaksanakan sidang skripsinya. Yang pasti aku sudah belajar, aku sudah berdoa. Dan berusaha mengikhlaskan hati untuk segala sesuatu yang terjadi. Ujian tidak begitu lancar, aku ‘tidak merasa bisa’. Sekedar merasa pun tidak. Akhirnya, air mata duka menyelimuti. Melihat status anak-anak , “Sapsi, tidak terlalu susah ”

Bagiku, sangat susah. Mau nangis rasanya. Seperti pupus harapanku untuk IP 3 keatas.

4 Januari 2012, Psikologi Umum II

Jujur, soalnya ngga terlalu sulit. Alhamdulillaah. Apa yang kupelajari keluar semua. Walaupun semalam harus meringis karena tetangga depan kos sedang melaksanakan resepsi pernikahan. Dan melantunkan musik dangdut. Seperti nya Allah menjawab hasil usahaku di UAS PU II ini, berharap yang terbaik

5 Januari 2012 Psikologi Faal

Semalam sebelum ujian, memang belajar pol-polan, karena Faal bakal jadi tameng buat IP-ku. Aku berharap besar di Faal. Meskipun terpotong bbm-an sama debaters sejati. Entah kenapa aku ngga ingin mati kutu di tangannya. Bzz. Dan apa yang terjadi? Soalnya susah. Soalnya tetep susah. Tetep bingung, “Jawabannya ini apa itu ya?”

Dan semenit sebelum waktu habis aku hanya bisa membaca Al Fatihah, semoga Allah menolongku, sambil kukoreksi, apakah ada yang belum terisi.

6 Januari 2012 Sosiologi

Mata kuliah yang menyenangkan, dan kuharap bisa jadi tameng IP, ternyata UASnya sesuatu banget. Soal 80 untuk 80 menit. Soal no 35-80 menggunakan tata cara SNMPTN yang jika 1,2,3 benar maka A. 1,3 benar maka B, 2,4 benar maka C, 4 saja maka D, dan jika benar semua maka E. Akhirnya ada beberapa soal yang urut aku jawab E semua, karena menurutku jawabannya memang benar semua. MENURUTKU. Cemas? Jelas. Aku pengumpul terakhir. Tapi semua kukembalikan lagi pada Sang Pengasih.

7-9 Januari 2012 UAS Take Home Filsafat Ilmu dan Logika

Yah, tugasnya adalah mengaitkan konsep dasar psikologi dengan positivisme, post positivisme, dan anti positivisme, yang mana konsep-konsep tersebut ternyata KONSEP DASAR. Aku kira emosi termasuk konsep dasar. Jadi aku menggunakan teori Emosi. Namun apa yang terjadi, Saudara-Saudara? Yang termasuk KONSEP DASAR adalah konsep-konsep dalam SAPSI. Akhirnya pada hari minggu aku ganti topiknya jadi Keterkaitan Humanistik terhadap Positivisme,Post Positivisme, dan Anti Positivisme. Alhamdulillaah kelar. Akhirnya ya…ngga bisa nyicil Antropologi.

10 Januari 2012 Antropologi

Soal pilihan ganda, sebanyak 70 soal, dan KTMku dinyatakan tertinggal di rumah, sungguh tidak mungkin jika Mama harus mengantarkan selembar KTM ._.

Akhirnya aku memutuskan untuk nge print KRS, ditemenin Naili  makasih ya Nailii, you are so sweet. Mau nemenin detik-detik yang menegangkan.

Dan di UAS Antropologi ini, alhamdulillaah saya merasa bisa😀

*Setelah melaksanakan UAS Anropologi, aktivitas saya yaitu mengikuti Liqo’, kemudian pulang ke kosan dan menonton Pink Lipstick, menghabiskan episode 100-125. Kebetulan hari esok tidak ada mata kuliah UAS, esok lusa UAS Agama. Dan saya mencari inspirasi dengan menonton Pink Lipstick (ALASAN!) Tapi serius, dalam serial ini, nilai-nilai agama yang kita peroleh sesuai banget dengan mata kuliah agamaku :

1. Aku tidak berhak memaafkanmu, Tuhanlah yang berhak memaafkan kesalahanmu.

2. Mereka juga percaya Qs An Nur : 26 Wanita yang baik akan mendapatkan pria yang baik.

3. Balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah hatimu, malah akan semakin memperburuk*

12 Januari 2012 Agama Islam

Dan 3 Poin nilai-nilai serial drama korea yang saya tonton itu, harus saya keluarkan semua. Hehehe. Alhamdulillaah. Jadi, alhamdulillaah saya merasa sangat merasa lancar dalam mengerjakan soal agama. Hanya saja, saya mengalami kesalahan dalam pemberian nomor. Alhamdulillaah, Bapak Dosennya baiik sekali😀

13 Januari 2012 Take Home PPKN

Menyusun sebuah makalah , mencakup keseluruhan materi selama semester 1, dan juga hasil wawancara dengan ketua RT, ketua RW, dan warga RT 2 RW 5. Mudah? Tidak juga. Sulit? Tidak terlalu. Yah, setidaknya saya tidak tidur semalaman ya, Saudara-Saudara. Alhamdulillaah kelar dengan hasil yang maksimal.

#WAITING FOR THE TIME#

Selama menunggu hasil IP keluar, saya menghabiskan waktu untuk menonton drama korea dan melaksanakan pekerjaan rumah tangga😀

Sama Mama tentunya

Saya juga alhamdulillaah di beri kesempatan untuk ke Bromo bersama Mbak Anin dan teman-temannya.

JENG JENG…

Temaan, nilai Antropologi sudah keluar

“Mbak Anin, pinjem laptop”

Saat itu modemku memang sedang tertancap di laptopnya

Deg deg deg..

Alhamdulillaah A

Sujud Syukur dan joget tangan .

Jarkom masuk lagi, Temaan, nilai Agama sudah keluar..

Yeah, alhamdulillah A😀

Disusul dengan nilai Sosiologi : AB

Alhamdulillaah AB, aku pikir dapet B. Jika mengingat soal UAS Sosiologi, jadi pingin nyanyi

“cukup sekali aku merasaaaa UAS Sosiologi”

Jeng jeng, jarkom yang sangat mendebarkan ketika di angkot :

TEMAAAAAAN, NILAI SAPSI UDAH KELUAAAAR, CHECK IT OUT!

Omoo…Astaghfirullaah, saat itu saya sedang di angkutan dan penuh dengan kegalauan. Langsung hanya bisa berdoa dan sms Mbak Anin

“Tolong Bukain Cybercampus dong, Mbak Aniiin”

Dia hanya membalas “BC”

“OMOOO, JEONGMAL??? Subhanallaah, aku ngga nyangka banget sampe dapet BC. Dapet C udah sangat alhamdulillaah… jadi mikir-mikir lagi, ikut UP apa engga ya?”

Menyusul Nilai Filog : B

Setengah ngga nyangka, ternyata sesuai target, alhamdulillaah

Kemudian nilai PPKN : A

Alhamdulillah, lemburan ngerjain take home ternyata ngga sia-sia

Dan PU I PU II pun keluarr..

Alhamdulillaah AB

IPS saya saat itu.. 3,5..

Target saya dulu, mencapi 3 keatas sudah terpenuhi, tapi entah mengapa jadi takut meninggalkan posisi 3,5 apabila nilai FAAL tidak AB. Jadi, detik-dektik sebelum pengumuman nilai Faal, saya lebih banyak berdiam diri, sambil sesekali membaca asmaNya, dan ketika saya membukaa…dan ternyata nilai FAAL saya : Alhamdulillaah! A😀

Jadi IPK semester ini : 3,55

Subhanallaah, Alhamdulillaah, Allahuakbar

Saya sempat berpikir, saya tidak akan melewati semester 1 ini dengan baik. Jujur, saya tidak pernah mentargetkan untuk mendapat IPK 3,5 di semester 1. Karena impian itu rapuh dan lebur oleh nilai 47,5 untuk sapsi. Dan pertanyaan – pertanyaan tak sopan itu pun muncul dalam hati saya :

Mengapa? Bukankan saya sudah belajar? Mengapa? Mengapa harus 47,5? Mengapa tidak 50? Kalau 50 aku aman. Mengapa?”

Dan pertanyaan MENGAPA adalah salah satu ciri ketidakbersyukuranku. Aku kembali tersadarkan dalam sebuah malam yang menurutku titik balik kerapuhanku menjadi semangat yang tiada terduga.

 

Bukankah Allah tidak pernah menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan hambaNya?

 

Bukankah dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan?

 

Bukankah Allah lebih mengerti apa yang aku butuhkan, bukan hanya sekedar apa yang aku     inginkan?

 

Dan ternyata ketiga poin ini sudah menjadi jawaban sekaligus janji Allah untukku, dan untuk seluruh alam semesta ini…

Dan ternyata jawaban dari pertanyaan ‘Mengapa’ ku itu adalah menjadi sebab untuk diriku sendiri untuk jadi pribadi yang lebih kuat, pribadi yang lebih lapang, pribadi yang lebih rajin tentunya..

Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan untukku mendapatkan jawaban atas usaha dan ikhtiar yang aku lakukan selama ini..

Dan kuyakin ini bukan Jawaban akhir dariNya..

Justru ini adalah pendakian pertamaku sebagai mahasiswa..

Allah mengisyaratkan bahwa perjalananku 3, 5 tahun ke depan masih sangaat panjang..

Maka jangan terlena akan berbagai kenikmatan yang mengganggu tanggung jawabku sebagai mahasiswa..

Perjalanan kita masih panjang ya ternyata saudara-saudara..

Bahkan bukan hanya 3,5 tahun ke depan..

Selama nafas masih menjadi rezeki dalam setiap detikNya..

Selama itulah perjuangan kita tak kan berhenti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s