Uncategorized

Kurindu Belaian Angin Mesra di Gunung Bromo

Assalamu’alaikum, sod !

Hey, 5 hari lagi sudah masuk bukan?

memasuki dunia perkuliahan di Universitas Airlangga, kampus jembatan masa depanku, Insya Allaah.

Bagi sodara-sodara yang belum liburan kemana-mana, saya menyarankan untk berlibur ke Taman Nasional Gunung Bromo. Kenapa?

Yuk mari ikuti ulasan saya berikut ini.

Perjalanan bisa di mulai dari kota masing-masing, berujung di termnial Probolinggo. Nah, dari terminal Probolinggo, kita bisa naik angkutan, atau biasa disebut L300 jurusan Bromo. Biayanya sekitar Rp20.00,00. Bisa di tawar sih😀

Memasuki kawasan Bromo, disana juga ada Homestay. Harus pandai-pandai cari homestay yangekonomis nih. bulan lalu, rombongan saya sejumlah 7 orang menginap di homestay per malam Rp350.000,00 per malam. Lumayan juga sih, sayangnya kasurnya banyak yang tersisa. Yah, jika diberi kesempatan kesana lagi, rombongan yang ideal itu sekitar 12-14an laah, jadi harga bisa lebih terjangkau.

nih lokasi sekitar homestay kami niih

Menikmati udara yang begitu dingin, jangan lupakan barang-barang yang menghangatkan, seperti jaket, sarung tangan, kupluk, dan minyak aromatherapy(atau minyak kayuputih dan sejenisnya), karena udaranya sangat dingin.Bisa jadi tengah malam sodara-sodara akan terbangun, dengan kondisi menggigil, hidung meler, dan perut muler. Hehe. Oleh sebab itu, siapkan minimal jaket tebal yang benar-benar bisa menghangatkan tubuh. Okay😉

Oh iya, perjalanan kami menuju kawasan wisata di mulai pukul 3.30. Setelah melaksanakan ibadah tahajjud, kami berangkat menyewa jeep. Nah, Jeepnya ini bisa di sewa untuk seluruh bagian, atau hanya beberapa bagian saja. Tapi, saat kami sepakat untuk mengunjungi semua lokasi. Harga sewa jeepnya sekitar Rp350.000,00. Mungkin bisa di tawar. Tapi jika digunakan untuk tujuh orang, lumayanlaah😀

Nah, di kawasan Bromo ini, terdapat 4 Lokasi yang kami kunjungi

pertama, penanjakan I Bromo

di penanjakan I ini, kita bisa melihat sunrise dengan segala keindahannya. kami melaksanakan sholat shubuh berjamaah dan membaca al matsurat di penanjakan I ini lhoo (subhanallaah banget deh rasanya)

Pukul 5 pagi, kita bisa mulai bersiap-siap untuk menyaksikan Sunrise. Barangkali bisa foto-foto terlebih dahulu, Sod.🙂

Yeah. Sayangnya, saat kami kesana, agak mendung, jadi Sunrise kali itu tidak hanya berlangsung sebentar disusul kabut yang segera menyelimuti.

Tapi, tetep bagus kok, ^^)v

kedua, Puncak Gunung Bromo

Yeah, ini perjalanan yang sangat saya nanti-nanti. MENDAKI GUNUNG lewati lembah! sayangnya tak ada sungai yang mengalir indah seperti lirik lagu Ninja Hatori. Hehe. Awalnya, cukup pede dengan tidak naik kuda dan bertekad untuk jalan kaki menuju puncak gemilang cahaya. Jujur, sebenarnya, saya cukup takut naik kuda. hehehe. bayangan saya, kuda itu akan berlari kencang menuju jurang. Sebenernya, kudanya baik kok, sodara-sodara. sangat penurut. Hanya saja ada beberapa dari mereka yang kondisinya kurang fit sehingga sering membuat saya kaget ketika beliau-beliau (red : kuda) ini bersin-bersin di belakang saya.

Awalnya semangaat sekali melangkah menuju puncak dengan energik dan alhamdulillaah bisa tetep menggunakan rok🙂 sesuatu banget kan, mendaki pake rok? hehe. Semangat sambil bersenandung. Lama kelamaan..

“jauh juga ya, boii”

itu kalimat yang saya dengar dari kak Fina, kawan kakak saya.

dan saya mulai merasa lemas, juga lupa tidak membawa minuman segelas aqua pun ._.

mulai semakin lelah ketika mulai menaiki tangga menuju kawah..

satu..

dua,,

tiga. .

lima puluh. .

entah sampai berapa lagi, saking lemasnya saya, saya tidak mampu menghitung anak tangga nya lagi.

Hingga aku sampai di anak tangga terakhir, sambil mengucap syukur, saya melihat begitu indahnya alam yang diciptakan-Nya. Sambil berusaha mempertahankan keseimbangan tubuh agar tidak ikut terbang bersama angin. Saya sarankan untuk tidak terlalu mendekat ke kawah, karena pagar yang membatasi kawah menurut saya sangat kurang aman. resiko terbawa angin dan terpleset cukup besar. Jadi kondisi tubuh minimal harus seimbang🙂

nih narsisnya ..😀

Setelah kurang lebih 20 menit menikmati pemandangan alam dari atas, menikmati deru angin yang semakin kuat, memandangi mbak Anin dan kawan-kawannya berfoto bersama, kami memutuskan untuk turun dan melanjutkan perjalanan. Memang benar, turun tak seberat naik. Namun apa yang terjadi? saya sulit mengendalikan rem kaki saya. Sehingga hampir saja menginjak ‘sesuatu’ nya kuda. ._.

ketiga,Bukit Tabii (Bukit Teletabbies)

Mengapa dinamakan bukit teletabbies? karena memang demikian adanya. bentuknya memang seperti bukit-bukit yang ada di serial teletabbies saat hendak berpisah, semacam gundukan-gundukan begitulah. Benar-benar pemandangan yang indah sekali. Disini sodara-sodara bisa menyiapkan kostum berwarna merah, kuning, hijau, biru, untuk berfoto ala teletabbies seperti ini, sod😀

Lokasi terakhir, Pasir Berbisik

di lokasi pasir berbisik ini, biasanya menjadi tempat syuting film-film Indonesia kata Bapak pemandu kami. Memang benar-benar berbisik sih. Tapi, lebih sering berteriak bagiku. Ada sebuah batu yang bentuknya semacam kepala harimau, seperti ini sod..

Lucu ya?

Nah, seru banget kan ekspedisi Bromo yang saya lakukan bersama kakak saya dan teman-temannya?
Bagi teman-teman yang belum pernah kesana, segera yah? selagi masih ada kesempatan untuk menikmati anugerah-Nya berupa udara yang sejuk, bisikan angin, dan pemandangan yang indah, so..

TUNGGU APA LAGI???

segera ukir kenanganmu di Bromo ya Sod🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s