Uncategorized

Selembar Kertas Melayang

Hey, sore ini setelah membersihkan gudang lantai atas, selembar kertas melayang-layang menuruni anak tangga. Saya berusaha meraih kertas itu. Dan ternyata, hanya selembar coretan lirik. Yah, lirik lagu. Lirik lagu saya ketika duduk di kelas sembilan SMP. Entah ini masuk kategori remaja galau atau remaja polos. Entah dapat inspirasi nulis lirik ngga jelas ini dari siapa, saat itu memang ada seorang sahabat yang sedang merasakan perasaan ‘sesuatu’ itu. Hehehe. Jadi, intinya saya jadi temen curhat. Kebetulan sahabat saya ini sama-sama seorang wanita, yang pada umumnya identik dengan ‘menunggu’ , bukan ‘menyatakan’. Jadi, realita ini sedikit menginspirasi saya untuk menulis lirik untuk ujian les piano. tapi yang jelas, saat tampil di sebuah konser Lembaga Seni Musik saat itu, saya memang kurang ekspresif. Kurang menyanyikan dari hati. Kata guru saya.

 

Semoga Dia Kan Mengerti

Datang suatu waktu..

Dimana kau dan aku tertawa ditemani sang surya..

Di mana kau dan aku bercanda alpa akan waktu..

Di mana kau dan aku menangis merenungi nasib..

 

Datanglah engkau sebuah cahaya..

Tiba-tiba bak turun dari langit..

Memaksa hati ini..

Untuk memilihnya..

 

*Detik ini terus berlalu..

Tapi perasaan ini tak kunjung pergi..

Datang semua gundah di hati..

Menyelimuti ruang hampa yang kini mulai terisi..

 

Reff:

Sampai kapan..

Kutahan semua rasa di dalam diri..

Terpendam mati dan tiada berarti..

Terpuruk karena diri sendiri..

Tuhan dengarkan pintaku..

Sampaikan rasa ini pada dirinya..

Rasa kasih tulus dan rindu untuknya..

Semoga dia kan mengerti..

 

Sampai detik ini dia tak mengerti..

Tak mengerti perasaanku..

Dan ku ingin tak pernah peduli..

Karna cinta memang tak mesti bersama..

 

Back to *

Back to Reff

 

Harusnya ku bisa mengungkapkan..

Harusnya dia mengerti yang aku rasakan..

Yang kurasakan..

 

Back to Reff

 

Yeah, demikian satu-satunya lagu yang pernah saya buat, jaman SMP. Sangat tidak produktif ya. Hehe. Hmm.. seandainya diberi kesempatan lagi untuk tampil konser, mungkin sekarang saya lebih ekspresif untuk menyannyikannya. Mungkin lho ya.  Hanya mungkin .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s