Uncategorized

“Negeri 5 Menara” , Kesungguhanku, Mimpiku, dan Doaku

6 Maret 2012

Bismillaah,

Alhamdulillaah, hari ini masih diberi kesempatan untuk bernafas, beribadah, bersilaturrahim dengan mereka,wanda dan naili. Setelah sekian lama memendam kerinduan karena lama tak bersua, akhirnya kami bisa melepas malam bersama dengan nobar film “Negeri 5 Menara”

foto diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Negeri_5_Menara

*gambar diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Negeri_5_Menara*

Awalnya ragu, nonton apa engga ya. Soalnya mereka juga ndadak banget sih kalo ngajak. Dengan merenung sambil melahap tahu telor, akhirnya saya memutuskan untuk menonton “Negeri 5 Menara”

Film ini mengisahkan seorang anak Minang bernama Alif yang bercita-cita untuk masuk SMA di Bandung, kemudian melanjutkan kuliah di ITB.

Namun, apa yang terjadi? Kedua orang tuanya mengharapkan dia bisa melanjutkan pendidikannya di sebuah Pondok Pesantren Madani di Ponorogo, Jawa Timur.

Dia pun diterima di Ponpes dan menjalani kehidupannya sebagai Santri.

Memasuki dunia ponpes, ternyata Alif bertemu dengan sosok-sosok hebat seperti Atang dari Bandung, Dulmaji dari Madura, Said dari Surabaya, dan seorang lagi dari Medan. Oh ya, satu lagi kawan barunya dari Sulawesi, Baso. Baso, sosok yang sangat agamis dan bercita-cita untuk menghafal 30 Juz itu menjadi salah satu penguat Alif untuk bertahan dan meraih mimpinya untuk pergi ke Amerika.

Selang lama, persaudaraan mereka semakin erat. Tertawa bersama-sama. Bersakit-sakit juga bersama sama. Dan adegan paling mengharukan ketika ternyata Baso harus kembali ke Sulawesi karena neneknya sakit.

Sambil menunjuk foto kedua orang tuanya,

“Hanya ini satu-satunya yang kupunya. Setidaknya meyakinkanku bahwa aku pernah memiliki kedua orang tua. Inilah yang memotivasiku untuk menghafal 30 Juz dan menjadi orang yang bermanfaat dimanapun aku berada”

Ketika mereka ber enam berpelukan, mengiringi kepergian Baso. Ketika Alif mulai gelisah dan patah semangat, semakin ingin keluar dari Ponpes itu dan melanjutkan sekolah di Bandung. Perpecahan terjadi diantara mereka. Namun, setelah bercengkrama dengan Said, dan kembali merenungkan kembali harapan kedua orang tuanya, Alif pun mengurungkan diri untuk pindah  Dia tetap berada di Ponpes itu, menjadi sosok yang bermanfaat, dan meraih mimpinya untuk pergi ke Amerika J

Banyak sekali dialog-dialog dalam film ini yang mengetuk pintu hati dan mata batin kita.

Dalam film ini, nampak sekali perbuatan anak yang berbakti pada kedua orang tuanya. Keikhlasan Alif menuruti permintaan orang tuanya bersekolah di Pondok Pesantren Madani, ternyata tak mengurangi rezeki dari-Nya. Mengenai mimpi-mimpinya, impian-impian yang tak terwujud saat ini bukan berarti Allah tidak mengabulkan keinginan kita, melainkan Allah akan menggantikan mimpi kita oleh rajutan mimpi dariNya yang jauh lebih indah.

“Jadilah orang yang bermanfaat dimana kita berada”

Yip, sebaik baiknya makhluk adalah yang bermanfaat bagi sesama. Sama seperti Alif, selama ini mungkin aku hanya terfokus ingin kuliah di ‘sana’, tanpa aku mikir, tanpa aku sadar, bahwa sebenernya yang aku butuhkan adalah kuliah di ‘sini’. Allah lebih mengerti apa yang dibutuhkan hambaNya. Selama ini aku mungkin terlalu fokus sama tempat terbaik yang ingin kupijak. Tapi setelah kata-kata ini terdengar di telingaku.

“Tempat sekolah yang baik itu memang perlu. Namun, dimanapun kamu bersekolah, lakukanlah dengan sungguh-sungguh”

Lakukanlah dengan sungguh-sungguh. Disini adalah takdirku, disini adalah mimpi masa depanku. Disini adalah tempatku untuk beribadah. Beribadah melalui studiku, kreasiku, dan penerapan kepada orang-orang di sekelilingku. Di sini, tempatku untuk berbagi ilmu dan menjadi sosok yang bermanfaat. Aamiin, Insya Allah

MAN JADDA WA JADA

Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s