Uncategorized

refleksi *1*

Sepertinya, ada beberapa postingan yang harus kuhapus secara lahir dan batin. Ya, rasanya sangat tak pantas mengatakannya di sini. tapi entahlah, seberapa bertahan aku dengan keyakinan ini. Namun, hari ini, 28 Maret 2012 aku akan mencoba lebih memoles lagi apa yang harus kukatakan dengan apa yang seharusnya tidak kukatakan. Ya. Tidak bisa kukatakan lebih lanjut. Karena aku tak ingin menjadi hamba yang sok tahu dengan bagian kehidupanku selanjutnya. Aku seharusnya tak perlu berkata panjang lebar bahwa aku mengagumi seseorang atau siapalah. bukankah doa – doa setelah sembahyangku sudah lebih dari cukup? dan bukankah sudah kukatakan sebelumnya bahwa aku tak berkewajiban untuk menunggu apalagi mengungkapkannya? Belum tentu. Belum tentu dia memang jawaban Allaah untukku. Iya kan?

Ya, perbincangan dengan Ibuku malam itu (lagi) membuatku sadar akan penghentian dari sebuah penantian ini. Beliau, Mama, sosok yang lebih mengkhawatirkan perasaanku dan kakakku lebih dari anak-anaknya sendiri. Beliau, Mama, yang selalu mengerti sepercik kesedihan penantian ini. Allaah memberikan pencerahanNya lewat Mama, hingga akhirnya aku memantapkan hatiku untuk berubah. Menghentikan penantian yang terlalu ‘diharapkan’  dan menimbulkan ‘kelupaan’ akan hakikatku sebagai Makhluk Allaah. Yah, cukup sekian postingan kali ini, semoga semakin hari semakin istiqomah melangkah menjadi hati yang semakin bersih, aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s