Uncategorized

Bukan Salah Mereka Sepenuhnya

Pernahkah teman-teman ketika lupa menutup toples berisi gula pasir saat mengaduk teh hangat, beberapa saat kemudian semut-semut hadir dan mengambil butir demi butir gula dalam toples kita?

Atau pernahkah teman-teman lupa meletakkan barang – barang berharga, lalu beberapa saat kemudian, barang-barang itu hilang?

Apakah salah semut-semut itu mengambil gula pasir dalam toples yang terbuka? Salahkah?

Ya. Saya pernah merasakannya. Tepatnya bulan September 2011 lalu. Ketika itu, saya sedang mengerjakan tugas Ospek dan bersantai di Masjid Nuruz Zaman, masjid yang kini akan sering kusinggahi, masjid kecintaan civitas akademika Airlangga. Menjelang isya’, saya masih berkutat dengan laptop saya. Sambil membaca SMS Motivasi dari Mama. Adzan isya’ berkumandang, saya siap-siap wudhu dan sholat berjamaah, masih di masjid itu.

Saya naik ke lantai 2, dan mengambil mukenah. saat itu, saya ingat jelas saya berjumpa dengan mbak-mbak cina yang cantik dan saya tersenyum padanya. hm, tidak terbalas, dia hanya melihatt saya dalam-dalam. Saya yang tanpa curiga langsung mengenakan mukenah, meletakkan tas berisi laptop, dompet, dan ponsel di samping kaki saya.

Setelah sholat, saya masih ingat saya langsung mundur ke belakang dan berdoa, kemudian menarik tas saya yang tiba-tiba jadi begitu ringan. tubuh saya tiba-tiba berkeringat dan gemetar meraba-raba tas saya tanpa membukanya.

“LAPTOP!!! LAPTOP SAYA HILAAAAAANG”

Saya sontak langsung menuruni tangga, lupa melepas mukenah berlari menuju luar dan berteriak minta tolong. Di depan masjid ada kantin FEB dan penuh dengan orang-orang. Saya berusaha minta tolong,

“Mas, toloong, laptop saya hilang, tolong, mas”

Sunyi, senyap, dan tidak ada yang merespon, sesekali mungkin terdengar.

“kamu aja, kamu aja. jangan aku. aku ngga berani”

Saat itu, Yanda, Nisa, Jega, dan Izzah menyusulku dan menuntun saya untuk kembali ke masjid. saya lemas, keringat dingin, dan rasanya mau pingsan. Ya, saat itu saya menangis. Untuk kedua kalinya mengalami kejadian seperti ini. Saya duduk masih sambil menangis, orang-orang menyarankan saya untuk menelepon kedua orang tua. Tapi, saat itu saya benar-benar ketakutan, karena saat itu saya kira Bapak masih di Pasuruan, Mama di Gresik. Sangat ngga mungkin banget untuk mengabari kejadian ini. Saya buru-buru untuk membuka tas, mencari HP saya. Ternyata, HP dan uang dalam dompet juga ikut dicuri. saya ketakutan dan makin panik saat itu, Yanda berusaha menenangkan saya. Saya membaca istighfar sambil terus berusaha menghentikan air mata penyesalan saya.

Menurut hasil pengakuan adik-adik„ ternyata Mbak-mbak yang kusapa tadi yang menjadi pelakunya. Sebenarnya ada yang melihat kejadian itu, tapi adik itu takut untuk berteriak.

Alhamdulillaah, ternyata Bapak saat itu sedang di Gresik, jadi setelah Bapak Satpam Unair menghubungi Bapak, Bapak segera menjemput saya pulang dan saya terpaksa tidak mengikuti salah satu rangkaian ospek di keesokan harinya.

Sepanjang pulang, saya terus meminta maaf pada Mama dan Bapak. Saya ingat benar, mereka hanya diam. Kemudian Bapak mulai bicara, “ini pelajaran. ini pelajaran kedua buat Adek. Adek harus bener-bener hati-hati mulai dari sekarang. Namanya tas isi barang penting itu ngga mungkin kalau ngga ditaruh depan pas sholat. Bukan bermaksud mengalihkan konsentrasi, justru mengurangi pembagian kefokusan kita karena kita yakin kalau di taruh di depan akan lebih aman.”

Saat itu, saya sadar, bahwa sebenarnya, bukan kesalahan maling itu sepenuhnya, tapi kesalahan saya juga yang tidak bisam menjaga barang titipan Allah. Barang-Barang itu tidak hilang, hanya saja berpindah lokasi penitipan. Kepemilikan tidak akan berpindah, milik Allaah semata.

“Bukan salah mereka sepenuhnya mengambil barang yang mungkin bukan haknya. Bukan bicara soal siapa yang membutuhkan, jika memang itu yang dibahas, maka jelas orang itu lebih membutuhkan. Kesalahan saya adalah tidak menjaga apa yang dititipkan Allah, sehingga memunculkan inisiatif orang untuk mengambilnya. Bicara soal hukuman, pasti ada. tak perlu penjelasan lebih lanjut. Allah Maha Adil dan Maha Imbang”

”Semua kebaikan datangnya dari sisi Allah dan semua keburukan datangnya dari dirimu sendiri”

QS An Nisa :79

🙂


semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s