Uncategorized

Semacam Mendiamkan

 

semacam mendiamkan.

semacam.

mungkin memang aku diam.

tak bersuara.

tak melihatmu.

mengalihkan pandanganku.

tersenyum, kadang sambil menundukkan kepala.

tapi,

sejujurnya aku sedang menanti rangkaian kata-katamu berikutnya,

dan aku sungguh menunggunya,

karena aku sangat suka mendengar ceritamu,

apapun itulah..

aku tak butuh sebuah parameter untuk membuktikan seberapa bahagianya aku ketika bisa mendengar ceritamu.

bahagia.

sangat bahagia.

tapi, itulah aku.

terkesan mendiamkanmu.

mungkin juga karena keterbatasan otak dalam mencerna kata demi kata menjadi sebuah cerita..

jadi, aku begitu dalam memaknai kata yang terucap, atau rangkaian tulisanmu..

atau karena terlalu bahagia..

yang jelas,

aku tak pernah bermakud mendiamkanmu,

apalagi tak memperhatikanmu,

*dedikasi untuk para sahabat yang mungkin sering kecewa karena aku lebih sering tersenyum atau ekspresi lainnya, mianheyo, afwan, maaf, i’m sorry :)*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s