This Feeling

*Refleksi 4 : Mengapa Harus Merasa Sepi dan Tak Dibutuhkan???

aku seperti berdiri sendiri

sendiri dan selalu sendiri

sepi dalam keramaian

aku hilang dan lenyap ke dalam satu sudut

yang terlihat, tapi tak pernah dilihat

-Mei 2011-

pernah menulis kata-kata kesedihan seperti diatas? mungkin pernah lah ya. Jujur, itu memang tulisan saya. Tulisan saya, semalam sebelum wisuda SMA. Entah seperti apa kondisi batin saya saat itu sehingga menulis kata-kata itu di ponsel nokia 6300 saya. hari ini, saya membukanya lagi, dan tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Begitu Maha Baiknya Allah yang masih mengembalikan hati dan pikiran saya ke jalan yang benar, saat ini , alhamdulillaah🙂

BEN

by : michael jackson

Ben, the two of us need look no more
We both found what we were looking for
With a friend to call my own
I’ll never be alone
And you, my friend, will see
You’ve got a friend in me
(you’ve got a friend in me)

Ben, you’re always running here and there
You feel you’re not wanted anywhere
If you ever look behind
And don’t like what you find
There’s one thing you should know
You’ve got a place to go
(you’ve got a place to go)

I used to say “I” and “me”
Now it’s “us”, now it’s “we”
I used to say “I” and “me”
Now it’s “us”, now it’s “we”
Ben, most people would turn you away
I don’t listen to a word they say
They don’t see you as I do
I wish they would try to
I’m sure they’d think again
If they had a friend like Ben
(a friend) Like Ben
(like Ben) Like Ben

sebelum hari ini, saya sangat menyukai lagu ini. dan hari ini, saya semakin suka lagu ini. baru menelaah liriknya tadi pagi, baca di buku lagunya temen saya, fildzah. lirik-lirik ini, ternyata sudah terucap oleh sahabat-sahabat sejak dulu. mulai dari istib, nadia, wanda, naili, yanda, nurul, tami,🙂 walaupun ngga dalam waktu yang sama, walaupun ngga dengan alunan nada yang sama, walaupun tak sepersis kata-kata dalam lirik lagu ini, mereka semua pernah mengatakannya dengan sangat manis. sangat manis.  mereka membuat kehadiran saya menjadi dibutuhkan oleh mereka. mungkin, saya, pernah sedikit merasakan apa yang “Ben” rasakan, ‘always running here and there…feel not wanted anywhere”. iya, pernah merasakannya. dan Allah menyadarkan saya, lewat mereka, lewat kata demi kata yang mereka ucapkan. Saya sadar, bahwa saya pasti dibutuhkan, dan saya juga membutuhkan. Saya sadar, bahwa saya mencintai dan dicintai. Saya sadar, bahwa kata ‘saya’ sudah tak lagi menjadi subjek dalam rangkaian kata ini, melainkan ‘kita’. ya, ‘kita’. jadi, saya ulang lagi. kita membutuhkan dan dibutuhkan. kita mencintai dan dicintai, kita berbagi, kita ini menguatkan dan dikuatkan. kita ini ‘saling’. ya, kita ini ‘saling’. sadar atau sadar, mengakui atau tidak mengakui, kita ini ‘saling’. Sekali lagi, kita ini saling, meskipun dalam waktu yang tidak bersamaan.🙂

dan setelah share-I tadi, saya semakin sadar akan kebutuhan, tugas, dan segala sisi kehidupan yang insya Allah juga akan membutuhkan saya. Mulai dari peniupan ruh dalam tubuh saya semata-mata untuk beribadah pada Sang Khalik, kemudian indikator-indikator yang termasuk dalam ‘beribadah’ itu sendiri. Berharap segala kebaikan, melakukan sebaik-baiknya, demi kebahagiaan orang tua. Membahagiakan kedua orang tua sendiri juga merupakan ibadah. Berharap, berharap, dan melakukan yang terbaik, dengan segala rencana yang diberikan Alloh, pasti yang terbaik buat kita. memusatkan segala harapan dan misi dalam visi ‘to be’ . ya, untuk menjadi, bukan untuk memiliki. untuk menjadi yang bermanfaat bagi orang-orang di sekeliling kita. Dan saya tak perlu ragu dengan garis kehidupan yang Allah berikan pada saya, saya akan menjadi sosok yang bermanfaat, insya Allah.

Dan satu hal yang saya sadari, kita tidak akan merasa tidak berguna, tidak bermanfaat, ketika kita ikhlas melakukan apapun dan percaya bahwa segala sesuatu kebaikan yang kita lakukan, pasti akan dibutuhkan, minimal dibutuhkan oleh diri sendiri. Ikhlas. Ya, satu kata yang mudah terucap, dan (katanya) sulit dilakukan. iya, selagi kita memasrahkan segala kebaikan yang kita lakukan hanya untuk Allah semata, selagi kita meniatkan diri kita untuk menjadi hamba yang ikhlas dan berserah diri, selanjutnya Allah yang menuntun jalan kita menuju realitas dari keikhlasan itu.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Kita tidak akan pernah merasa kesepian tiada arti, ketika kita sadar bahwa setiap tak sedetikpun tindakan kita yang luput dari perhatian Sang Maha Perhatian, Sang Maha Pengasih, Sang Maha Peneman. Seperti lirik lagu bimbo, ‘aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat’.
Maka, mari kita lebih mendekatkan diri padaNya, sehingga rasa sepi itu lelah singgah di hati kita dan segera pergi jauh dari perasaan kita.🙂

dengan duapuluhsatu impian yang saya buat hari ini, insya Allah dengan kesungguhan pendakian satu demi satu, insya Allah bisa! Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,🙂

Insya Allah, bisa! Semangaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s