Uncategorized

Surat Untuk Rosie

Rosie, aku tidak tahu, mengapa aku harus menulis surat ini untukmu. Yang pasti, sejak membaca kisahmu bersama Tegar, Nathan, Sekar, dan keempat anakmu, ada kagum atas ketegaranmu. Meskipun, ada satu hal yang kukecewakan. Sebagai salah satu penikmat ceritamu, aku termasuk kecewa, mengapa 20 tahun kebersamaanmu bersama Tegar harus terkalahkan oleh dua bulan perkenalanmu dengan Nathan? Ha. Aku tersenyum getir membaca tiap-tiap kisahmu, Rosie. 20 tahun perasaanmu diguyur oleh 2 bulan perjumpaanmu dengan Nathan. Sejak bulan April, hingga beberapa bulan lalu, aku masih saja tidak terima dengan kisah cerita ini. Lalu dimana kesetianmu? Apa tidak ada rasa sayang ketika kau sudah menunggu lama-lama atas pernyataan Tegar yang tak kunjung datang padamu, hingga akhirnya dua bulan kemudian kau berjumpa dengan Nathan, dan menerima pernyataan cinta Nathan. Ya, ketidakterimaan ini berakhir di bulan September, lalu.

Hei Rosie, disini aku tidak bicara benar atau salah. Aku bicara soal keberanianmu mengambil keputusan, dari berbagai pilihan-pilihan yang bagiku itu bukan suatu pilihan. Nathan. Nathanlah yang berani untuk menyatakan perasaannya, ya, Nathan, bukan Tegar. Nathan, yang berani untuk berkomitmen menuju jenjang hubungan berikutnya, ya, menikahimu :,))

Ah Rosie..

keputusanmu, mengajarkan pentingnya sebuah kesempatan :,))

pentingnya kesabaran dan keikhlasan dalam berkomitmen.. :’))

Rosie, terima kasih atas kisahmu…dan kuyakin, kau tak akan pernah membaca suratku ini,

karena kau Maya, sedangkan aku Nyata :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s