Uncategorized

Aku selalu bahagia dalam mengingat masa yang telah berlalu. Sekelam apapun itu. Tapi, kali ini ingatanku berlari pada keindahan masa yang berlalu. Indah? Iya, bagiku itu indah. Ingat? Soal Pintu Majapahit yang katanya jadi tempat penantian, atau tempat perjumpaan manis? Tentang fiktif atau nyatanya tulisan itu pun aku masih tak bisa kutetapkan hingga kini. Yang kurasakan saat itu adalah fakta. Perjumpaan yang manis. Satu purnama berlalu, aku masih kembali berjalan menuju Pintu Majapahit itu. Tapi, tak ada yang menungguku disana. Kosong. Sepi. 

17 Februari 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s