Uncategorized

Berani Mengeksekusi Mimpi, Ikhtiar dalam Proses, Tawakkal pada Hasil


Oleh : Valina Khiarin Nisa, Psikologi 2011

Saya Valina Khiarin Nisa. Saat ini sedang menempuh studi psikologi semester empat. Menjadi salah satu ksatria Airlangga adalah hal yang sangat saya syukuri sejak tahun 2011 hingga saat ini. Proses PPKMB Universitas dan  SD-PC yang diadakan Fakultas Psikologi sangat berhasil memotivasi saya untuk menjadi mahasiswa yang aktif, baik dalam hal akademik, non-akademik, dan kegiatan sosial. Dalam kegiatan organisasi, saya tergabung dalam Sie Kerohanian Islam di tahun 2012 dan 2013 sebagai Kepala Departemen Kemuslimahan. Di sinilah, saya menemukan keluarga baru, organisasi yang tidak hanya sekadar kepengurusan, tapi juga kekeluargaan, tempat berbagi ilmu agama, juga tempat berbagi cerita.

Selain itu, saya sangat menyukai anak-anak. Itu menjadi salah satu alasan saya untuk aktif di Teater Boneka Psikologi Unair. Selain belajar untuk lebih dekat dengan anak-anak, saya juga berlatih dalam bercerita dan melatih mengubah suara menjadi seperti anak-anak sesuai dengan naskah. Tentu, dua organisasi yang saya ikuti saat ini, SKI dan T-Bone memberikan banyak pengalaman, ilmu dalam memanajemen waktu, ilmu agama, dan juga ilmu kehidupan, karena bersama anggota lainnya sudah menjadi seperti keluarga sendiri.

Di luar keasyikan saya belajar Psikologi, saya sangat menyukai musik. Saya suka menyanyi dan bermain piano meskipun tidak terlalu mahir. Dalam berbagai kesempatan, saya selalu berusaha mengasah kemampuan saya dengan mencoba mengikuti perlombaan-perlombaan yang berhubungan dengan musik, diantaranya lomba cipta lagu dalam rangka malam Chairil Anwar yang diadakan HMD Sastra Indonesia Unair 2012 dan Lomba Jingle Unair yang diadakan BEM Unair. Saya juga mencoba bergabung dalam grup nasyid Zahira untuk mengasah kemampuan acapella.

Menjadi mahasiswa berprestasi, saya rasa semua mahasiswa akan mendapatkan gelar ini, bagi mereka yang berani bermimpi dan mengeksekusi mimpi dengan ikhtiar, mampu mengembangkan dan memperjuangkan apa yang ia minati, apa yang menjadi passion mereka, aktif dalam organisasi, dan menuai berbagai prestasi. Harus tetap disadari, mengukur kemampuan diri bisa melalui refleksi diri, dengan bermuhasabah, apakah target-target yang selama ini ditulis telah berjalan dengan baik. Namun, bagi saya, dengan mengikuti kompetisi mawapres, saya juga mampu mengukur kemampuan saya secara objektif terhadap teman-teman dari fakultas lain. Tentu, dengan mengikuti kompetisi ini, saya banyak belajar, menambah pengalaman dan berkenalan dengan teman-teman dari tiga belas fakultas lainnya. Yang paling penting dan sangat berarti dari perjalanan mengikuti kompetisi ini bukanlah menjadi pemenang, melainkan menikmati dan menghargai proses itu sendiri. Menikmati dan menghargai proses mengikuti kompetisi inilah yang jadi ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya. Ilmu menulis karya ilmiah yang baik, cara presentasi yang baik, dan juga berbagi ilmu dari masing-masing peserta dari fakultas lain yang memiliki kelebihan masing-masing. Sedangkan, menjadi pemenang kedua mawapres adalah anugerah dari Tuhan sepenuhnya, tentu juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus mencari ilmu dan mengusahakan yang terbaik di setiap aktivitas.

Bagi saya, ikhtiar dalam proses dan tawakkal dalam menerima hasil adalah sepaket dalam kehidupan manusia. Bukankah Tuhan mewajibkan hambanya untuk mencari ilmu? dan Tuhan meninggikan derajat bagi orang-orang yang berilmu? Di luar kewajiban itu, disadari atau tidak disadari, menuntut ilmu juga merupakan suatu kebutuhan kita untuk mengembangkan passion yang ada dalam diri kita. Saya sangat yakin dengan pepatah ‘Man Jadda wajada’. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Terasa sekali bahwa hidup bukan hanya sekadar menggantungkan keberuntungan. dan keberuntungan itu sebenarnya datang juga karena ada tindakan-tindakan yang tidak kita sadari di lembaran cerita yang telah berlalu. Yang tetap saya yakini sampai hari ini adalah, hasil berbanding lurus dengan usaha dan ikhtiar yang dikerjakan. Insya Allah. Bisa jadi Tuhan menunjukkan hasil usaha kita saat itu juga, bisa juga keesokan hari, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau tahun tahun berikutnya, karena waktu yang tepat menurut Tuhan adalah  rahasia-Nya yang tak perlu dan tak mungkin bisa diterka. Maka pesan saya untuk kakak-kakak, teman-teman, dan adik-adik yang saya sayangi, jangan pernah takut untuk mengeksekusi mimpi-mimpi kita dengan sebaik-baiknya, selamat berikhtiar dalam lembar kehidupan masing-masing, menghargai prosesnya, dan tawakkal terhadap hasil yang diperoleh. Semangat berkarya, berprestasi, dan mengabdi bagi masyarakat, Ksatria Airlangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s