Uncategorized

Cerita Arina Hari Ini

Hari ini aku berjumpa dengan Arina. Arina kembali ke kampus, setelah beberapa hari sakit. Kulihat, Arina sedikit membaik hari ini. Sudah tidak mabuk lagi. Lebih tepatnya, sadar sedang berada di semester empat, setelah kesoksibukannya yang satu demi satu tercoret dari buku agendanya. H-7 UTS membuatnya sedikit tegang hingga mati rasa. Bagaimana tidak? Kulirik tugas Konstruksi Alat Ukur nya masih rancu. Konstruknya, dia belum terlalu paham. Akhir-akhir ini kulihat dia sering berdiskusi  soal konstruk tugasnya dengan Kak Krisna yang notabene sedang sibuk skripsi. Satu agenda yang terlewatkan hari ini.

Jam dinding menunjukkan pukul 12 siang. Arina teringat, siang ini dia ada janji dengan salah satu kawannya dari fakultas tetangga, Fakultas Ilmu Budaya. Setelah 54 hari tidak berjumpa, akhirnya berjumpa juga. Hm, bagi Arina, 54 hari ini cukup singkat. Dia memang terbiasa menunggu, secara tidak disadarinya, hingga akhirnya sadar sendiri, lebih dari 54 minggu. Ah iya, tapi Arina tak pernah menganggap penantian ini adalah sebuah sia-sia karena ia yakin, dalam penantian ini, ditemukanlah sebuah proses bahwa di dalam penantian terdapat proses yang harus disadari, kesabaran, dan semangat untuk selalu memperbaiki diri. Jadi, berfokuslah pada kesabaran dan memperbaiki diri, bukan proses penantian itu. Begitu kata Arina, padaku, beberapa bulan lalu. Katanya, itu bukan hasil pemikirannya sendiri. 

Berlanjut ke 54 hari, hari ini Arina berjumpa dengan Kak Rizky. Berbincang sejenak, bertanya kabar, dan berbicara soal proposal skripsi yang sedang Kak Rizky ajukan, selanjutnya lebih ke acara inti, kak Rizky mengembalikan uang yang ia pinjam dua bulan lalu. Awalnya, Arina tak pernah menargetkan kapan uang itu kembali, karena Kak Rizky memang sudah seperti saudara, meskipun terlalu banyak perbedaan prinsip dan pandangan hidup diantara mereka berdua. Di luar dugaan, ternyata Arina harus menggunakan uang tersebut untuk berobat dan terapi. Berharap semoga akhir tahun ini dia sembuh. Kudoakan semoga kamu lekas sembuh, Arin🙂. Tadi Arina juga bercerita, ia sangat berterima kasih pada kak Rizky, untuk semua doa dan kebaikannya selama ini. Semoga ketika Arina sembuh total, Arina bisa merasakan kembali menjadi bagian dari teman-teman FIB, meskipun dia bukan anak FIB, melainkan tetangganya. hehehe. Makanya Arina, cepat sembuh ya kamu🙂

Oh ya, satu hal lagi. Tadi kulihat Arina tidak terlalu banyak bicara. Dia lebih cenderung menanggapi cerita proposal skripsi kak Rizky. Sebenarnya, ada satu hal yang ingin ditanyakan pada kak Rizky, apa kabar Kak Nia? Aku dan Arina sebenarnya menunggu undangan mereka berdua. Hihihi. Sayang sekali, Arina baru saja cerita bahwa dia lupa menanyakan hal itu. Tapi ya sudahlah, Rin. Mari kita doakan saja semoga diberikan jalan terbaik bagi Kak Rizky dan Kak Nia, tentunya jalan yang dirihoi Allah, dan juga kamu, jangan terlalu banyak pikiran, fokus saja untuk kegiatan-kegiatan terdekat, semoga kamu lekas sembuh, Arina🙂

8 April 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s