Uncategorized

Cerita Hidup #1

InsyaAllaah, Desember ini, menjadi sebuah jawaban Allaah atas salah satu doa saya, bahwa sesungguhnya, saya ingiin sekali ada sesuatu yang berbeda yang menjadi khas di setiap semesternya. Hehehe. Sehingga menjadi sesuatu yang berkesan buat saya. Alhamdulillaah, akhirnya saya resmi menjadi mangangers UPP (Unit Pelayanan Psikologi). Hehehe. Awalnya, saya sempat pesimis dengan kenyataan saya sedikit terlambat saat mengikuti psikotes, tentu sangat mempengaruhi kondisi psikologis saya. Bahkan sempat ditawari daftar di Magangers lainnya. Hehehe. Tapi, entah mengapa, ada setitik cahaya optimisme, dan keajaiban dari menunggu  ya sepertinya. Ya, rasanya tidak adil saja jika saya mendaftar untuk magang di tempat lain padahal posisinya hanya tinggal menunggu pengumuman. Ya kan ya kan ya kan? Hehehe. Jadi begitulah, singkat cerita, hari senin lalu, saya bersama magangers lainnya diajak untuk briefing dan pemaparan jadwal piket. Hehehe. Alhamdulillaah, semoga jadi jalan bagi saya untuk bisa lebih baik dalam memoraktekkan teori-teori yang saya dapatkan selama kuliah di Psikologi Universitas Airlangga.

Selain itu, Desember ini juga, hasil penyelesaian salah satu amanah dari fakultas saya diumumkan. Ya, alhamdulillaah, meskipun tidak memperoleh hasil sebaik tahun lalu, tapi saya yakin bahwa Allah selalu adil kok atas apa yang sudah diusahakan hamba-Nya. Paling tidak, ada banyak manfaat dari apa yang sudah saya lakukan atas penyelesaian amanah ini. Pertama, berani mencoba. Manusia pada dasarnya akan dihadapkan dengan kondisi harus mencoba, hanya waktunya saja yang berbeda-beda. Bapak, Ibu, Bu Retha, Pak Faiz, adalah empat sosok luar biasa yang sangat menginspirasi saya untuk mengalahkan rasa takut ketika mencoba sesuatu yang baru. Hehehe. Anggap saja kita berada di dalam gua, tentu tidak akan bisa keluar jika kita tidak berani melangkahkan kaki bukan?🙂

Kedua, belajar public speaking. Yah yah jujur saja nih, saya bukan orang yang terlalu berani untuk bicara di depan umum. Suara gemetar dan keringat dingin tidak bisa menipu se-energik apapun saat melakukan presentasi, atau diskusi saat kuliah, dan lain sebagainya. Mungkin, salah satu pilihan saya mengikuti salah satu kompetisi yang menwajibkan kemampuan public speaking ini menjadi pelajaran pembiasaan bagi saya sendiri. Hehehe. :))

Ketiga, menghargai proses. Ya dong, untuk memutuskan menerima amanah ini dari fakultas, tentu ada banyak konsekuensi yang harus dijalani, tentang doa yang menjadi kekuatan utama yang mengarahkan manusia untuk berusaha ++, yah, tentang meluangkan waktu, dan menjaga kesehatan selama menyelesaikan amanah itu. Ahahaha. Saya agak merasa failed sih di bagian menjaga kesehatan, tapi alhamdulillaah diberi kesembuhan :”“”)

Meskipun harus disadari juga, ada berbagai jalan yang bisa menjadi pilihan. Hehe. Selama itu menghasilkan sesuatu yang positif, jangan pernah takut untuk mencoba🙂

Oke, begitu saja sih catatan random pada menjelang Shubuh ini🙂

selamat pagi, syemangatt :))

12 Desember 2013 3:38

Valina Khiarin Nisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s