Uncategorized

Selalu Berjuang Untuk Menjadi Lebih Baik :)

Momen liburan adalah saat-saat yang sangat produktif untuk berbagi impian masa depan bersama Ibu saya. Ya, jika boleh dikatakan, Ibu saya menularkan virus visioner beliau kepada saya. Hal ini dimulai serangkaian pertanyaan Ibu mengenai rencana saya setelah ini, yaitu periode kelulusan S1. Ibu tidak memaksa saya untuk tepat waktu, tapi semampunya dan semaksimal mungkin. Setelah lulus S1, Ibu selalu mendorong saya untuk tetap melanjutkan ke program profesi, dimanapun itu.

Selain kehidupan akademik, berdua dengan Ibu tak pernah jauh-jauh dari obrolan seputar pernikahan. We really talk about this topic seriously.  Saya cukup memaklumi kondisi ini, kenapa? Karena menurut teori Erikson, di usia saya seperti ini, 21 tahun, telah memasuki tahap intimacy vs isolation. Di dalam fase ini, seseorang cenderung sudah memiliki komitmen untuk menjalin suatu hubungan dengan orang lain. Nah lho. Hehe. Iya, Ibu sering memaparkan bagaimana sifat-sifat saya, kemudian memberikan sedikit gambaran tentang sifat seseorang yang sekiranya cocok sama saya. Lucu banget kalau bahas ini :’) Selain itu, Ibu tidak hanya membahas pasangan yang cocok untuk anak-anaknya, tapi juga membahas mengenai cara mendidik anak, pengaruh lingkungan keluarga bagi perkembangan anak, dan sebagainya. Hehe. Senang🙂 Sekaligus mewanti-wanti diri sendiri untuk selalu berproses lebih baik😀

Ibu tidak meminta saya dan kakak saya untuk menikah muda, Ibu lebih mengutamakan kesiapan yang matang untuk menuju proses pernikahan. Ya, bukan menunda, tapi menyiapkan dengan sebaik-baiknya. Tentang kapan itu, tergantung kesiapan masing-masing individu. Kata Ibu saya, akan ada suatu masa dimana saya akan klik dan mantap untuk menikah. Hehe. Entah, jika saya pribadi, tetap memilih menyelesaikan studi saya terlebih dahulu, memfokuskan diri pada cita-cita, dan serangkaian impian lainnya. Ya, di saat-saat ini, saya terus belajar, terus meng-up grade akhlaq dan juga pengetahuan-pengetahuan seputar pernikahan, ya. Sembari itu, mengusahakan cinta lewat doa🙂. Hehehe.

Dalam Surat An-Nur : 26 (monggo dibuka Al-Qur’annya), bagi saya, firman tersebut bukan sekadar ketetapan atau janji Allaah, melainkan juga sebagai perintah atau anjuran untuk memperbaiki diri selalu, selalu berupaya untuk menjadi hamba Allaah yang taat baik sebelum maupun setelah menikah.

Saya yakin, terbentuknya sebuah keluarga yang baik tentu akan diperoleh dengan cara yang baik pula, sesuai dengan syari’at Islam. Jadi, tidak perlu galau lagi, tidak perlu cemas lagi, insyaAllaah, dengan cara yang baik, Allah akan selalu menuntun hamba-Nya untuk berjumpa dengan orang yang baik pula. Saya selalu yakin itu. Selalu. InsyaAllaah🙂

 

Gresik, 2 Februari 2014

Valina Khiarin Nisa

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s