Uncategorized

Refleksi Semester 5

Sebenarnya, dalam memulai tulisan ini, saya masih dalam perasan haru biru. Iya, mengawali semester lima ini memang beda. Bukan perkuliahan, melainkan kegiatan Student-Day, masa orientasi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Setiap Sabtu di akhir Agustus hingga September selalu ada acara. Em, lebih tepatnya sejak awal Juni persiapannya, bulan puasa menghabiskan waktu bersama teman-teman panitia SD-PC 2013. Ditambah survey lokasi Psycho-Camp, tentu membutuhkan energi yang lebih dan kemampuan manajemen waktu yang baik.

Memulai perkuliahan semester lima pun dengan sedikit keraguan, akan pilihan peminatan yang saya ambil. Pendidikan dan Perkembangan. Seakan-akan bayang-bayang kehidupan klinis dan seisinya masih ada dalam benak saya. Iya, berjumpa lagi dengan filsafat, yaitu Filsafat Pendidikan. Namun, ternyata perkuliahan Filsafat Pendidikan tidak semenegangkan yang saya bayangkan. Justru, disini saya bisa menikmati diskusi hangat kajian filsafat pendidikan. Yah, meskipun keikutsertaan saya dalam diskusi bisa dihitung jari, hehe. Namun, saya menikmati. Sungguh J

Konseling. Sebuah mata kuliah wajib yang lebih berfokus pada aktivitas seorang konselor, hal-hal apa saja yang dibutuhkan saat konseling berlangsung, bagaimana menjadi konselor yang baik, yah. Begitu. Saya suka dengan mata kuliah ini, paling tidak memberikan sedikit pencerahan tentang pentingnya wawasan yang luas untuk bisa menanggapi cerita konseli dari berbagai sudut pandang, mengingat saya suka mati gaya ketika seseorang bercerita mengenai masalah yang cukup berat dan membutuhkan berbagai perspektif untuk menanggapinya.

Psikodiagnostik IV, adalah mata kuliah perpaduan Psikodiagnnostik II (Observasi) dan Psikodiagnostik III (Wawancara) yang saya peroleh di semester IV. Awalnya, saya begitu semangat mengikuti perkuliahan, menyiapkan presentasi sebaik mungkin, dan datang tepat waktu. Namun, di tengah perjalanan saya sedikit mengalami kendala, dimana judul laporan saya harus ganti 3 kali, karena menyesuaikan dengan feedback dosen. Hal ini sempat membuat saya putus asa. Mengapa? Di saat teman-teman sudah memsuki bab II, atau bahkan bab III, saya masih (mencoba) asyik dengan bab I saya. Hingga suatu hari saya memutuskan untuk mengalokasikan jatah tidak hadir perkuliahan untuk menenangkan diri saya di kosan. Bahasa lainnya, saya bolos kuliah. Ini untuk pertama kalinya saya bolos dengan alasan yang kurang logis sih menurut saya, menenangkan diri. Muncullah pertanyaan-pertanyaan sederhana ketika di siang harinya saya mengikuti kuliah lain, sementara paginya saya bolos.

“Valin kemana? PD IV mu sampai mana? Feedbacknya dosen kaya gimana?”

Surely itu adalah bentuk perhatian teman-teman saya, meskipun terkadang saya merasa tertekan dengan pertanyaan itu jika setiap kali berjumpa, selalu itu yang ditanya. Saya seringkali menanggapi dengan tidak serius. Atau mungkin hanya tertawa terkekeh-kekeh.

Psikologi Kognitif. Perkuliahan dimulai dengan keterlambatan saya karena saya tidak tahu bahwa perkuliahan dimulai setengah jam lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Alhamdulillah, saat itu hanya pembagian kelompok presentasi dan saya cukup fleksibel (nggak pilih-pilih) , asal dapat kelompok, insyaAllah tetap berkontribusi maksimal.  Perkuliahan selanjutnya seringkali diliputi tanda tanya, karena mata kuliah ini adalah satu-satunya mata kuliah yang desain pembelajarannya tidak diberikan ke mahasiswa.

Psikologi Abnormal. Abnormalitas. Satu kata : SENANG! Saya senang mempelajari berbagai macam gangguan yang dialami manusia. Kebetulan, kelompok saya memperoleh tugas presentasi gangguan mood. Perkuliahan Abnormal ini tidak membosankan, terutama ketika Bu Margaretha yang mengajar.

Modifikasi Perilaku. Sebuah mata kuliah yang memberikan pengetahuan mengenai cara-cara memodifikasi perilaku seseorang, mulai dari reinforcement, punishment, cognitive-behavior therapy, self-management, dan masih beberapa lagi. Saya cukup menikmati perkuliahan modifper ini. Sempat tidak masuk sekali, karena persiapan untuk PsychoCamp ke Malang. Ya. Nah, dalam mata kuliah ini, kelompok saya mendapatkan tugas modifikasi perilaku dengan teknik reinforcement. Senangnya, bersama teman-teman kelompok ini adalah pembagian tugas yang saling melengkapi, :’)

Psikologi Eksperimen, dengan latar belakang cerita kakak-kakak angkatan mata kuliah yang cukup menyeramkan dimana memperoleh nilai D adalah hal yang wajar, sangat lumrah. Meskipun saya mencoba menghapus pandangan-pandangan itu, tetap saja sulit. Hehe. Hingga pada suatu ketika, seminggu sebelum UTS, Saya dan Yanda terlambat dan tidak memperoleh jatah presentasi jurnal yang menjadi dasar proposal eksperimen kami. Yap. Rasanya sedikit sedih, dan saat itu saya, Rara dan Yanda bermaaf-maafan dan siap menghadapi berapapun nilai Eksperimen kami, dengan catatan, harus berjuang untuk UTS dan Ujian lisan.

Psikodiagnostik V. Sebuah mata kuliah yang memberikan pengetahuan mengenai alat-alat tes, diantaranya WAIS, Clasical, Binet. Tiga alat tes psikologi ini dijadikan role play dimana mahasiswa seolah-olah menja tester dari alat tes ini. Sebenarnya, saya cukup menikmati perkuliahan PD V ini, hanya ada beberapa kali pertemuan dimana listrik kampus mati, dan saya kurang bisa fokus :p

Psikodiagnostik VI. Yeah, saya sangat senang mengikuti perkuliahan ini, karena mempelajari Alat Tes Kepribadian, ada EPPS, Pauli, TAT, Grafis, dan lain-lain. Dari mata kuliah ini, saya belajar menginterpretasikan kepribadian seseorang (meskipun tidak semua alat tes) menyenangkan! Jadi disini saya tahu dasarnya. Kendala dari mengikuti perkuliahan ini adalah saya sempat sakit dan nyaris tidak bisa datang ke Surabaya, tapi akhirnya memutuskan untuk tetap datang ke Surabaya dan telat 60 menit. Alhamdulillaah dosen memberikan kesempatan untuk mengikuti perkuliahan karena sebelumnya memang sudah izin dan membawa surat dokter.

Semuanya berjalan cukup lancar hingga menjelang UTS. Tidak memperoleh kesempatan presentasi jurnal Eksperimen menjadi pembuka cobaan di semester ini. Hehehe. Iya, di semester ini saya diberi kesempatan untuk mengikuti kompetisi Mawapres di Fakultas. Entah mengapa, jadwal presentasi selalu berbenturan dengan Ujian Tengah Semester. Jadi, UTS Psikologi Eksperimen pukul 8 pagi. Presentasi Mapres jam 10.30. UTS Psikodiagnostik V jam 14.00. Bisa dibayangkan semalam sebelumnya, berapa black-coffee  yang saya habiskan pada malam itu. Rasanya campuraduk. Terkadang menghibur diri sendiri dengan mendengarkan suara sendiri menyanyi lagu Begadang nya salah satu penyanyi kesukaan ayah saya. Hahaha. Senangnya, saat itu saya ditemani Fitri Arum Sari di tengah malam menjelang kantuk. Rasa kantuknya hilang karena cerita Fitri. Gomawo, cantik! J Ujian demi ujian berjalan dengan lancar, meski tetap sulit. Hahaha.

Sebenarnya serangkaian UTS di Semester ini tidak selancar semester-semester sebelumnya. Ada ujian open-book dadakan dimana saya tidak membawa bahan ajar apapun karena saya mengira ujian close-book, ada juga ujian yang memang open-book Psikologi Abnormal. Namun, ketika sudah membawa DSM-IV dan PPDGJ-III, tetap saja speechless  feat. Matigaya ketika melihat soalnya, berasa bingung ini mau dibuka bukunya yang bagian mana. Haha. Tapi, entah mengapa, alhamdulillaah, Allaah selalu memberikan pertolongan. Entah bagaimana, saat itu ada saja ide untuk menuliskan jawaban soaldemi soal. Dari sekian mata kuliah, ada UTS yang paling aneh, yaitu UTS Psikologi Kognitif, dimana saya benar-benar tidak tahu harus memilih jawaban yang mana (soal pilihan ganda dan 30 % soal berupa sejarah beserta penemu-penemu teori kognitif). Cuma bisa batin, adakah soal yang lebih aplikatif dari kelimapuluh soal ini? Selebihnya saya hanya bisa berdoa semoga tetap memperoleh hasil yang maksimal.

Perjalanan Semester ini memang tidak semulus semester-semester sebelumnya. Setelah UTS, tentu dikejar deadline laporan PD IV dan persiapan mapres di Universitas. Kemudian, ada tawaran menarik dari mbak Ana Yuliani untuk mengirimkan karya tulis saya ke Makassar dengan bekal, siapa tahu lolos, kan bisa presentasi ke Makassar sekalian jalan-jalan. Saya tidak pikir panjang dan memang hanya sekadar mencoba saja, mengirimkan karya tulis itu, serta satu kelompok dengan mbak Ana dan Tami. Ketika dinyatakan lolos, tentu kami senang sekali, dan mempersiapkan dengan sebaik mungkin meskipun serba mendadak, tapi Allaah selalu memberi pertolongan. Allaahu Akbar!

Ada beberapa pilihan dalam hidup ini ternyata di luar dugaan. Ya, untuk kedua kalinya saya memutuskan untuk tidak hadir di perkuliahan Psikodiagnostik IV, bukan karena takut (Saja), melainkan untuk menyelesaikan Bab I-Bab III se-efisien mungkin. Ya, 2 kali tidak masuk. Artinya, saya hanya memiliki satu kesempatan tidak masuk lagi. Ternyata, suatu hari saya sakit panas, dan super lemas, dan lagi-lagi tidak bisa mengikuti mata kuliah Psikodiagnostik IV. Yeah. Tiga pertemuan lewat begitu saja. Saya benar-benar hendak mundur dari mata kuliah ini. Sempat beberapa kali bertanya ke teman-teman terdekat, jawaban mereka memang “sayang, Lin. Lanjutin aja sebisa Valin”. Tapi ada juga yang, “jika itu memang pilihanmu, tidak apa-apa. Konsekuensi lah yang harus kamu hadapi”. Dilema. Hingga pada pertemuan terakhir, saya memutuskan untu DATANG ke kelas dan mengakui keterlambatan progress saya kepada dosen saya, dan tetap berjuang mampu menyelesaikan laporan hingga pengumpulan di Ujian Akhir Semester. Rasanya saat itu teringat dengan sebuah potongan lirik lagu Ebiet G. Ade, “Sesungguhnya kejujuran dapat menangkal semua malapetaka”. Di saat minggu tenang, bahkan sebelum minggu tenang sudah sangat banyak kawan-kawan yang mengumpulkan laporan Psikodiagnostik IV, sedangkan saya di minggu tenang masih menimbang-nimbang akankan melanjutkan laporan ini menuju bab IV. Hingga Ibu saya berkata, “Diteruskan saja, sebisanya. Jangan mundur, Dek.” Akhirnya, minggu tenang itu saya kencangkan sabuk pengaman, dan mengemudikan otak saya untuk segera mengerjakan BAB IV-VI beserta verbatim laporan. Dan alhamdulillaah, saya bisa mengumpulkan laporan ini tepat di hari terakhir pengumpulan. Alhamdulillaah, terima kasih Ibu, dan juga terima kasih juga sahabat, atas pesan singkat semalam sebelum pengumpulan J

Ujian Semester Lima ini cukup berbeda dari biasanya. Ujian tulis hanya ada pada mata kuliah Psikologi Kognitif dan Psikodiagnostik V. Ujian untuk mata kuliah lainnya dalam bentuk laporan akhir dan ujian lisan. Ujian lisan diantaranya Ujian Modifikasi Perilaku, Psikologi Eksperimen, dan Psikologi Abnormal. Ujian Modifikasi Perilaku berjalan lancar, meskipun berbekal sedikit konflik dengan teman saya terkait dengan pengumpulan laporan akhir Psikologi Abnormal, alhamdulillaah bisa diselesaikan dengan baik. Begitu pula dengan ujian Psikologi Eksperimen pada hari Rabu, 15 Januari 2014, berjalan dengan lancar. Setelah ujian lisan Eksperimen, saya juga harus segera menuju ruang kuliah 308 untuk mengikuti ujian tulis Psikologi Kognitif. Alhamdulillaah, di luar dugaan, saya bisa mengerjakan soal pilihan ganda dengan sangat lancar. Hingga berujung pada Rabu sore merapat bersama kelimuan BEM. Hingga memasuki kamar kosan pada pukul 18.30. Menyadari bahwa keesokan harinya masih harus ujian lisan Psikologi Abnormal, saya menyediakan satu buah kopi. Saat itu, saya juga menyempatkan diri seolah-olah menjadi dosen dan menanyakan teori modifikasi perilaku ke teman saya, karena di hari kamis, teman sekamar saya juga ujian lisan modifikasi perilaku. Entah pada pertanyaan keberapa, tahu-tahu saya terbangun dan jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Yeah, saya tertidur! Dengan kondisi belum baca buku Psikologi Abnormal sama sekali pada malam itu. Layaknya Racho dalam 3 Idiot self-talk ‘All is Well’, saya hanya berusaha meyakinkan diri saya bahwa selama satu semester ini, saya baca buku ini, meskipun tidak di satu malam terakhir itu. Saya membuka buku, dan membaca semampu saya. Belajar dilanjutkan setelah sholat shubuh. Ternyata, ujian lisan Psikologi Abnormal ini bersifat antrian, siapa cepat dia dapat, berhubung kelompok saya tidak mengantri, akhirnya kelompok saya mendapatkan giliran terakhir. Hehe. Dan apa yang terjadi, alhamdulillaah, ujian lisan berlangsung seperti diskusi, menyenangkan, menyehatkan! J

Begitu juga dengan tugas akhir konseling, yang dikumpulkan beberapa menit terakhir sebelum pengumpulan tugas ditutup. Yah, Ujian Akhir Semester menurut jadwal ditutup dengan ujian tulis Psikodiagnostik V. Namun, masih ada satu tugas akhir lagi, yaitu esai Filsafat Pendidikan yang mengkritisi pendidikan di Indonesia. Berhubung saya tidak mau menjadikan tugas ini sebagai beban, saya mengerjakan dengan santai. Jika bosan, bisa menonton film, bermain piano, atau bermain bersama teman. Hehe. Esai ini dikumpulkan via e-mail ke Dosen pengajar. Dengan menekan tombol send, dengan itu pula terucap hamdalah, yang menandakan berakhirnya Ujian Akhir Semester Lima.

Alhamdulillaah, dengan perjalanan yang begitu menyenangkan, melelahkan, mengharukan, semester lima ini bisa saya lalui dengan semaksimal mungkin. Meskipun di tengah sempat putus asa dan hendak mengundurkan diri dari sebuah mata kuliah, tidak mendapatkan izin presentasi jurnal, jadwal berbenturan, dan sedikit kesibukan di akhir semester untuk Festival Muslimah, alhamdulillaah, selalu ada jalan dalam berjuang.

            Bicara mengenai hasil, ya, saya selalu percaya, bahwa apa yang saya dapatkan adalah apa-apa yang telah saya ikhtiarkan. Sepertinya kalimat diatas terlalu klise. Sangat klise. Namun, percayalah, itulah salah satu the miracle of believing.  Ya, mau A, B, C, D, ataupun E, setiap kali saya melihat hasil di akhir semester, tiba-tiba Allaah selalu memberikan involuntary memory kepada saya sehingga saya bisa mengingat apa-apa yang telah saya lakukan, apa-apa yang saya perjuangkan, hingga apa-apa yang saya keluhkan untuk suatu mata kuliah itu. Lucu ya? Kenyataannya memang begitu. Hingga akhirnya hanya alhamdulillaah, satu-satunya kata yang bisa mewakili perasaan saya untuk mengakhiri semester lima ini. Ya, tepat 11 Februari 2014, Kartu Hasil Studi Semester 5 keluar secara lengkap, mengakhiri perjalanan semester lima, dan mengistirahatkan sejenak pendakian ini🙂

 

Terima kasih Allaah, untuk sepercik kekuatan dan segenap pertolongan yang senantiasa Engkau berikan kepada hamba yang sering lalai ini…

Terima kasih Mama, yang selalu sabar dan mendoakan adek, juga direpotkan oleh adek yang sering sakit di semester ini…

Terima kasih Bapak, yang selalu mendoakan adek dan mbak Anin, dari kejauhan, yang selalu membangunkan untuk Tahajjud, meskipun terkadang terlewatkan…

Terima kasih Ibu-Bapak Dosen di Semester 5, atas ilmu dan juga pembelajaran yang sangat luar biasa. Tentang makna penghargaan waktu, motivasi, dan ilmu kehidupan yang secara sadar maupun tidak sadar telah berpengaruh besar terhadap pemikiran dan mimpi-mimpi saya :’)

And last, but not least..

Para sahabat, yang selalu mengingatkan, menemani, dan mendoakan…

Dekat dan jauh seakan tidak pernah ada dalam kamus kehidupanku, untuk kita :’)

Yanda, Naili, Juan, Tiga orang yang mungkin sangat mengetahui jungkir balik kehidupan semester 5 saya, teman makan bersama, teman belajar bersama, teman curhat bersama J

Teman-teman kelompok modifper, konseling, psikologi Abnormal, Psikologi Eksperimen, Role-Play PD 5, sungguh, kalian sangat berkesan, perjuangan bersama kalian adalah kebahagiaan yang luar biasa ^^

Wanda,Tami, Nurul, Dhai yang telah menyempatkan waktu untuk quality time dengan caranya masing-masing, J

Nurul. yang telah bersedia mengantar ke AHCC dan cek darah saat aku sakit..

Istib, yang bisa ditelepon kapan saja unuk sekadar bertanya kabar dan berbagi cerita..

Nadia, yang bisa menculikku kapan saja J

Mbak Ana, Tami, Mas Lukim, Alif, yang telah menjadi partner luar biasa selama di Makassar..

Mona, Arief, Ryan, atas kesediaan kalian berbagi cerita dan mewarnai hari-hari saya di semseter 5🙂 saya senang sekali bisa menjadi lebih dekat dengan kalian ^^

Dan untuk yang selalu ingat jadwal UTS dan UAS serta mendoakan, sungguh terima kasih🙂

Dan untuk semua yang tidak bisa disebutkan satu demi satu disini, :’)

Hanya Allaah yang bisa memberikan balasan berlipat ganda untuk semuanya :’)

Sekali lagi, terima kasih :’)

Alhamdulillaah… selamat dan semangat menempuh semester enam, Valina Khiarin Nisa! ^^

Saatnya semakin fokus, dan lebih selektif sama kegiatan, dan tetap menjaga kesehatan ^^

Bismillaahirrohmanirrohiim~ :”)

 

15 Februari 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s