Uncategorized

Mama di Bulan Ramadhan

Secara tidak saya sadari, ternyata dari ramadhan ke ramadhan, Mama selalu punya kata-kata mutiara dan juga keunikan yang khas. Ramadhan 1431 H Mama menceritakan kisah-kisah perjumpaan dengan Bapak dan mengenang betapa bahagianya betemu jodoh di satu kampus. Ramadhan 1432 H, Mama menanggapi keterbukaan saya dan mencoba mengingatkan ada sifat yang namanya ikhlas, dimana kami berdua pun masih terus belajar untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan. Ramadhan 1433 H, Mama berbagi cerita mengenai sikap seorang wanita, ini featuring Bapak dan Mbak Anin juga ding, bahwa mereka bertiga menganut prinsip bahwa sebaiknya seorang perempuan tidak mendahului dalam mengungkapkan perasaan, tapi ini nggak saklek juga sih. Ramadhan 1434 H, Mama memberikan bekal-bekal ilmu permasakan dan persambelan pada Mbak Anin dan saya😀. Dan Ramadhan 1435 H ini dibuka dengan pernyataan-pernyataan Mama yang selalu membuat saya geli.

Dek, Ibu suka ngebayangin, nanti kalo Ibu udah jadi mertua gimana? Sek, sek, Ibu udah bisa ngebayangin sih nanti karakter Ibu gimana, pasti nggak beda-beda jauh sama Uti ke Bapak, halus halus gimana gitu ya.. Eh eh, berarti yang belum kebayang sama Ibu, nanti menantu Ibu seperti apa berarti ya, ahahaha.

7 Ramadhan, Mama.

Hahaha. Begitulah pernyataan Ibu saya yang terlanjur saya panggil ‘Mama’ dan selalu istiqomah membahasakan dirinya sebagai ‘Ibu’😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s